Yogyakarta tanpa suara

Aku dan kamu membisu dalam melangkah. Melupakan penat yang membaur tak pernah tamat. Aku dan senja membisu menyapa gelap. Menghabiskan detik dan merangkai kenangan. Semua tanpa batas. Semua tanpa jawab. Yogyakarta dalam sapaan untuk menelusuri jejak. Merekam-menerkam-mencekam.

Untuk aku dan Yogyakarta tanpa suara.

8 Comments

  1. GustiFullah

    September 21, 2012 at 2:17 pm

    tiap Sajak sajak kamu itu ada nikotin, Ganja, atau Zat adiktifnya ga sih?? liat nih aku kecanduan. kalau aku kecanduan, aku takutnya ga bisa bayar sajak.

    hari gini ga bayar sajak? apa kata dunia!!

    1. fasyaulia

      September 22, 2012 at 1:23 am

      Baru kecanduan kan, belum sampai memabukan. Santai saja~

      Itu pajak hey pajak! Pajak laut B-)

  2. helgaindra

    September 22, 2012 at 12:57 am

    cerita + foto + oleh-oleh dari jogjanya mana?

    1. fasyaulia

      September 22, 2012 at 1:27 am

      Belum ada waktu buat share. Setelah ke jogja harus ke cianjurawrrr nih. Senin udah kuliah juga. Jadi nanti sajalah hehe

      Oleh-oleh? nih *lempar candi*

  3. ardizzadwittarinda

    September 22, 2012 at 9:19 pm

    Jreng! Tetiba gue dateng dan comment lewat wordpress juga hahaha Jogja! Aku cinta Jogja!

    1. fasyaulia

      September 24, 2012 at 8:35 am

      Widih ganti blog lagi hahaha. Kamu ga cinta Jogja, kamu jatuh cinta di Jogja~

      1. ardizzadwittarinda

        September 28, 2012 at 3:49 pm

        Gak ganti ah ahaha. Aku cinta Jogja, dengan semua cerita di dalamnya :’)

Leave a Reply

%d bloggers like this: