Ucapan teman

Tidak semua yang terucap harus kembali terulang ucap. Kamu berbisik atau berisik. Seperti nya sama saja. Omongan tampak dewasa bukan nilai lebih dalam persepsi ku. Jika kamu bisa melaksanakan apa yang ada, aku akan bangkit dan pergi jauh dari api kecil di sudut besi esok hari.

Pandangan semu dalam hari panjang sudah membuat lelah. Berani bertindak, satu tamparan akan hadir menuju bibir cantik mu, kulit putih mu, dan mata hitam mu. Semoga menjadi lara dalam tangisan sendu. Angkuh dalam suara (tidak) merdu menjanjikan pose diri baru.

Kalau kamu tau ikan dilaut yang sangat besar. Bibir mu tampak seperti mereka. Taring nya tajam. Lebar melepas semua yang diketahui. Aku mendadak muak dan menjadikan semua objek adalah kamu. Sudah geram sepertinya. Sajak menjadikan harmoni emosi mengalir. Biarlah ini mau ku.

Leave a Reply

%d bloggers like this: