Tidurlah

Di sebuah ketinggian. Tersirat desiran angin yang menggebu ruang hati. Kita menutup mata untuk tahu, bahwa diantara kekosongan ini tidak ada yang pergi. Walaupun jari ini tak menyatu. walaupun tubuh ini tak berpeluk. Tidurlah hingga cahaya menyamarkan pandanganmu. Aku akan menemani mimpimu, bersama-sama menikmati setiap jejak yang hadir bersama maya. Berjalan yang tak terlihat tepiannya, hingga kita disatukan oleh waktu. Kembali untuk rasa itu, maka tidurlah.

1 Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: