This is fear..

Ketika aku menulis ini, banyak sekali bayangan menakutkan mengelilingi setiap sisi ruang, aku menangis dan tubuhku kaku. Jari-jari yang kupaksa berkompromi sedang bergetar menahan kesakitan. Aku ingin sendiri.

Pertengkaran dalam nyata yang tak berujung terhenti dalam dimensi jeritan hati, aku selalu takut menghadapinya, air mata adalah saksinya. Ketika semua terjadi, aku ingin mencabik-cabik diri sendiri seperti sebuah siksaan yang seharusnya dinikmati. Menjalani tanpa takut akan mati. Akan selalu ada emosi yang menjulang hingga esok tiba, akan diterima dengan kerisauan yang masih tersimpan dalam gelap, akan merintih menahan panasnya api yang membara dalam wajah lemas. Sekarang aku tak berdaya. Sekarang aku tak bernyawa.

Pernah mengingat ketika aku menduduki masa-masa terperih, saat kulitku berwarna biru hingga hari rabu lalu semua waktu menjadi kelabu. Aku menjaganya dari sentuhan karena sakitnya mendatangkan bayangan hitam yang datang dengan sangat cepat dan tergesa-gesa. Aku sangat membencinya. Pernah mengingat ketika aku mendatangi masa suram yang membuat halaman hidup dalam setiap lembaran adalah menjadi lebih baik karena saat aku tersungkur, kepedihan membangunkan mimpi buruk nya untuk aku perangi. Semua itu agar aku segera bertemu mentari hingga hujan mendatangkan pelangi. Pernah mengingat bahwasanya, beberapa ketakutan akan terus mengancam, berhenti hanya sewaktu tangan-tangan malaikat memberi pelukan kepada jiwa-jiwa tertekan.

Untuk sebuah cerita yang membawa tangis dalam tandu kesakitan zaman.

2 Comments

  1. lunaticmobbster

    November 5, 2012 at 12:04 pm

    yah…yah….boleh lah, keep on writing!

  2. Jatikusuma

    November 7, 2012 at 12:17 am

    ini fiksi atau semacam curhat?

Leave a Reply

%d bloggers like this: