Terpaksa satu rasa

Kalau kamu dipaksakan dalam lingkup berselimut cinta. Menghilanglah dari segala kicauan membayangi kebusukan.

Kalau kamu dipaksakan dalam lingkup berselimut cinta. Katakanlah kekuatan prinsip tanpa lelah mengadu nasib.

Kalau kamu dipaksakan dalam lingkup berselimut cinta. Menjauhi percakapan dalam sungai-sungai kecil tanpa menatap.

Kalau kamu dipaksakan dalam lingkup berselimut cinta. Pasang kedua pancaran jiwa mu, antara iman dan hati terdapat celah untuk disatukan.

Kalau kamu dipaksakan dalam lingkup berselimut cinta. Sekali terbuai akan membahayakan langkah hidupmu setelah pernah terjatuh.

Kalau kamu dipaksakan dalam hidup berselimut cinta. Jawaban pasti adalah rasa ini satu dan pernah terluka, bahkan untuk bangkit pun tanpa pernah kamu pinta.

Sekedar sajak.

8 Comments

  1. GustiFullah

    July 6, 2012 at 7:57 pm

    Kamu mungkin bosan setiap aku komen di blog kamu selalu saja membawa pujian-pujian yang monoton. tapi mau bagaimana lagi, saya tidak punya alasan untuk tidak menyukai tulisan-tulisan kamu.

    Sekali lagi, sajak-sajak kamu indah—lebih dari—sekali. 🙂

    1. fasyaulia

      July 6, 2012 at 8:08 pm

      Hai Gusti.. Makasih udah sering mampir baca sajak-sajak saya. Ga bosen kok dapet komen dari kamu. Jangan bosen juga kalau saya bilang, makasih–lebih dari–sekali buat kamu 😀

  2. hafifmada

    July 6, 2012 at 8:44 pm

    sajak-sajak mba menarik,. saya penasaran dengan penulis2 sajak seperti mba. inspirasi frase2/kata2 yang tidak biasa dapat darimana mba? seperti “Menjauhi percakapan dalam sungai-sungai kecil tanpa menatap.”

    1. fasyaulia

      July 6, 2012 at 8:58 pm

      Darimana ya? saya cuma menulis apa yang terlintas di otak saya aja sih. ini juga nulis nya tadi pagi pas bangun tidur, jadi ga dapet inspirasi dari mana-mana.
      Eh btw, saya masih muda jadi jangan dipanggil mba (ga terima) hahaha =))

      1. hafifmada

        July 6, 2012 at 9:34 pm

        haha..maaf2 kebiasaan..

  3. herrboy

    July 7, 2012 at 4:51 pm

    memang selalu istimewa, tapi terlarut dengan pujian yakkk, 😀

  4. herrboy

    July 7, 2012 at 4:52 pm

    ada yang kelupaan kata “jangan” diantara “tapi” dan “terlarut” ^.^v

    1. fasyaulia

      July 7, 2012 at 6:03 pm

      Iya makasih udah ngingetin boy 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: