Perihal Kepergian by Fasya – Hery

Kataku, #perihalkepergian Apa kabar bahagiamu? Adakah tamu yang berkunjung untuk menjadi tuan rumah baru? Menetap bukan menitip. #perihalkepergian Tak ada bandara megah. Perpisahan hanyalah sebatas bayangmu depan rumah di kala petang, yang saat itu aku menutup mata. #perihalkepergian -nya adalah cerita untuk dikenang, nanti. Saat […]

Read more

Cinta Memang Soal Rasa by Fasya – Hery

Hallooo. Selamat malam minggu bagi yang menikmatinya. Masih ingat tulisan Kita Bukan Mereka? Kalau lupa, boleh di klik 😛 Nah selain tulisan itu, saya dan Hery menulis tulisan serupa. Masih menulis di twitter, tapi berbeda judul. Sekarang tentang “Cinta Memang Soal Rasa”. Seperti biasa, angka […]

Read more

Kita Bukan Mereka by Fasya – Hery

Suatu waktu, saya dan teman blog bernama Hery menuliskan tentang “Kita Bukan Mereka” di twitter. Angka ganjil yang ada di sebelah kiri itu tulisan Hery, angka genap yang ada di sebelah kanan itu tulisan saya. Saya masukan ke kategori puisi di blog ini. Kalau kamu […]

Read more

Untuk Tuan – Puan (2)

Tidakkah kamu merindukan alam yang mengajarimu banyak hal? Tentang keberanian juga tantangan. Ya, walau untuk urusan kehidupan, kamu masih kalah, tuan. Jangan gegabah. Fisikmu memang tangguh. Ibu mengajari untuk selalu kuat mengalahkan puan. Hanya saja, terimalah kenyataan, bahwa memang hati dan pikiranmu tak setangguh itu, […]

Read more

Untuk Tuan – Puan (1)

Tuan penikmat alam dan puan penikmat coklat, Sudahkah rasa kehilangan meracuni pikiran? Disebutnya cinta, namun perpisahan adalah nyata Disebutnya maaf, namun kesendirian adalah nyata Salahkah bahwa keadaan yang membuat ini semakin mengular? Didalamnya kita berdamai untuk belajar merelakan Mencari keheningan didalam riuh Mencari nama didalam […]

Read more

Aku membacanya

Kamu penulisnya Aku pembacanya Baru saja hujan turun dan aku menikmati tulisan mu Isi nya adalah hak Tak ada persepsi benar atau salah Walau yang  ditemui adalah luka Kamu penulisnya Aku pembacanya Bandung, Februari 2015

Read more

Drama Sia-Sia Manusia

Ada yang suka mencaci. Meneriaki berkali-kali tanpa menghiraukan suara hati. Ada yang bisa mengerti. Memberi pernyataan yang di dapati tanpa setengah hati. Ada yang suka memerintah. Ada yang suka mengambil peran. Juga ada yang sudah suka keduanya. Sehingga, sebagai penonton, kita hanya bisa menikmati nya. […]

Read more

Sebab aku menulis puisi

Untuk pertanyaan Didik Rahmadi, tentang mengapa aku menulis puisi. Maka terjawab pada lampiran surat yang sudah terkirim ke kota nya, juga melalui halaman ini. Ada yang bilang bahwa hidup adalah mengumpulkan kenangan. Bisa jadi benar ada nya. Menyimpan sesuatu yang kita susun untuk sebuah ingatan […]

Read more

Ketahuilah tentang cinta

Ketahuilah, perempuan yang menangis karena sakit dan lelaki yang menangis di setiap sujud. Saya cinta, tak perlu saya katakan setiap kali. Karena saya tahu, doa mu selalu menghantarkan setiap kaki ini melangkah menemui mimpi. Saya cinta, tak perlu saya terjemahi dengan kata yang lain. Karena […]

Read more

Perjalanan manusia

Entah sudah berapa malam yang habis oleh sisa-sisa kenaifan. Diantaranya tercecer seperti debu yang bersarang di sudut jendela yang mengerak. Entah sudah kali keberapa kita dimanjakan dengan dunia yang penuh prasangka. Menuduh, dituduh, mengelabui, didustakan, dihina, dibuang, bahkan mati bersama tanah bermandi darah. Jejak bukan […]

Read more