Satu Hari Untuk Selamanya

Hallo September! Semoga kabar baik untuk kalian semua. Ini bukan tentang kulineran, tulisan kulineran akan dibahas setelah tulisan ini. Ditunggu ya, tapi gak tau kapan di post nya hehe. Hari ini saya mau mengingat satu hal yang terjadi di bulan Agustus kemarin. Bulan yang benar-benar […]

Read more

Catatan hati #1

Ada desakan rindu yang menyakitkan hati. Air mata yang mengerti dan aku yang menghakimi diri sendiri. Pemilik hati, jaga lah sebuah rasa yang datang dan pergi. Sungguh, pelukanmu dalam tidur adalah ketenangan berupa janji.

Read more

Bermimpi

Kenapa kamu datang untuk mengelabui mimpi? Indah nya hanya sesaat dan harumnya melewatkan lubang-lubang hati. Padahal, aku sudah berlari menghentikan detik agar semuanya seperti semula. Layaknya kursi, kita sudah duduk sendiri-sendiri tersudut sepi dalam kata. Aku ingin terus bermimpi kembali, tentang tanya yang belum terjawab […]

Read more

Aku (tak) suka

Aku tak suka berlari, karena lelah nya tiada henti menghampiri hingga pagi. Aku tak suka jauh bermimpi, karena keindahan mimpi saja sudah cukup bagi ku berarti. Aku suka bernyanyi, mengatakan setiap kata cinta yang dituntun dengan nada indah tiada henti. Aku suka berbagi, mengenai sebuah […]

Read more

Terpaksa satu rasa

Kalau kamu dipaksakan dalam lingkup berselimut cinta. Menghilanglah dari segala kicauan membayangi kebusukan. Kalau kamu dipaksakan dalam lingkup berselimut cinta. Katakanlah kekuatan prinsip tanpa lelah mengadu nasib. Kalau kamu dipaksakan dalam lingkup berselimut cinta. Menjauhi percakapan dalam sungai-sungai kecil tanpa menatap. Kalau kamu dipaksakan dalam […]

Read more

Segi dalam tiga

“Aku mengetuk pintu hatinya untuk disajikan dalam ruang cahaya untukmu. Kamu membuka peluang manis tertata lilin, katamu itu romantis. Dia tertunduk malu merapatkan kedua bibirnya tak bercengkrama berlama-lama. Jawaban nya ada dalam surat cinta yang terselipkan di meja mu tadi siang. Mungkin kamu melupakan nya […]

Read more

Percakapan hati

Dalam beberapa lirikan. Kegundahan menyertai setiap nafas. Setiap kerapuhan hidup yang dimiliki, di selimuti raut wajah kaku. Kalau saja waktu itu berlian ada di tangan. Detik ini, matahari tidak akan menjadi saksi. Garis luhur darah ku membiarkan. Menunjukan bahwa ada sesuatu mengawasi setiap langkah. Celotehan […]

Read more

Menyapa jarak

Harusnya hari itu kita tidak bertemu. Perjalanan berliku masih membasahi hati dan pikiran masih membayangi. Bahkan mata ini tidak mampu menatap walau saat itu jarak tidak menghalangi. Bahkan jika terurai kalimat, semua akan menjadi paragraf tanpa titik. Kaki ini sudah letih untuk selalu berlari. Raga […]

Read more

Luka hati seorang teman

Aku menuliskan beberapa kalimat dalam beberapa paragraf. Aku susun kata-kata manis agar mempercantik keadaan. Aku selipkan beberapa harapan agar menjadi catatan kecil untuk minta terkabulkan. Aku membasahi kembali jiwa yang lalu dan mengeringkan dengan angin pagi. Aku tidak menangisi keadaan dengan rasa bersalah. Aku mengetahui […]

Read more

Persinggahan dua hati

Biarkan tulisan ini saja yang berbicara. Setidaknya saat kau membacanya, hati pun ikut bicara. Perasaan ini tetap sama saat kau menggores luka. Dan cerita ini biarkan angin yang meniupkan menjadi kenangan. Setiap hati adalah tempat persinggahan kehidupan. Singgah dengan segala rasa manis atau pahit, suka […]

Read more