Sungguh, kamu

Sungguh, kata-kata mu adalah candu. Aku menemukan nya dalam sebongkah suara malam yang merdu. Menata nya kembali dalam hati yang sempat layu.

Sungguh, sekarang langit sedang menduduki kursi saksi. Melukiskan indah nya wajahmu diantara rasi. Mensisipkan bintang jatuh, ke jurang tak berpagar, hati.

Sungguh, bisikan mu menenggelamkan rasa pada kekosongan ruang. Laksana kunang-kunang, kamu adalah terang. Laksana sapaan siang, kamu adalah tuntunan pulang.

Bisakah aku meminta pada langit?

Tuk menyimpan sedikit bayang mu pada ku.

Tuk menggerakan hati agar tak kaku.

Tuk menemui di dalam mimpi yang berjejak.

Bisakah aku meminta pada langit?

Beri aku jalan seperti pelangi untuk berpijak di hati mu.

Walau sejenak, semua seolah dekat.

Untuk @GustiFullah dalam tulisan #DuetPuisi

1 Comment

  1. GustiFullah

    July 20, 2013 at 11:12 am

    sungguh, aku pecandu kata-katamu! :p

Leave a Reply

%d bloggers like this: