Soleluna

Soleluna di waktu malam begitu menggoda. Sofa cantik. Lampu antik. Kursi tinggi menghadap angin. Tv yang digantung menyiarkan sepak bola. Seingat saya inter. Ah saya tidak mengerti. Tapi siaran itu menjadi satu bahan tawa dalam lingkaran. Senang.

Soleluna di waktu malam begitu menggoda. Pelayan kesana kemari melayani. Merah menawan pandangan jauh. Tapi mereka tidak gesit seperti perintah. Lamban dan catatan hilang. Beberapa tamu mengulang, minta segera atau pulang. Minum chocolate milkshake dulu supaya sedikit tenang. Sedikit.

Soleluna di waktu malam begitu menggoda. Cita rasa spanish. Turis mancanegara berwajah manis. Sudah terhitung mata-mata kecil dan mata-mata besar menggaris. Terdapat cigarette dan whiskey. Ah dasar dari dewasa semakin berkembang. Ini bukan meja saya.

Soleluna di waktu malam begitu menggoda. Cerita masih berlalu. Waktu begitu cepat mengambil keputusan untuk lagi menjauh. Susun rencana baru. Hinaan masa lalu, tidak menjadi malam ini abu. Tetap. Hitam dengan cahaya menarik senyuman terkikik. Semua menjadi lebih baik.

Soleluna di waktu malam begitu menggoda. Bersama Amanda, Sabella, Abok, dan Saya.

Sabtu, 26 Mei 2012.

Leave a Reply

%d bloggers like this: