Sekali, satu langit

Aku terjebak dalam lorong sepi tanpa cahaya. Hanyut bersama lamunan memburu suara-suara malam. Berjalan berpegang sudut yang tak pernah habis. Berlari bersama memutar waktu menghabiskan detik. Selayaknya janji yang menggebu tak tersampaikan, getir nya laksana memeluk bayangan tak henti – tak kembali.

Aku dan kamu bertemu dalam langit jingga. Dipertemukan oleh hujan sebagai penghantar masa lalu. Merah nya, menatap. Membisikan pesan secara perlahan. Tak perlu menunggu, kita akan tetap bersama dalam sebuah doa, kepada Tuhan.

Sekedar sajak.

2 Comments

  1. mamang ojan

    November 13, 2012 at 9:38 pm

    *prok prok prok* sajak yang indah wahai saudari….
    🙂

    1. fasyaulia

      November 14, 2012 at 11:10 am

      Thanks wahai saudara ojan :”> *tersipu malu*

Leave a Reply

%d bloggers like this: