Satu pandangan

Orang berlalu lalang. Matahari tidak menunjukan aura nya pagi tadi. Hanya beberapa sinaran ditemani embun menetes. Dingin terasa. Banyak cerita yang kudengar pagi ini, dan banyak pula cerita tertunda. Bisakah angin menjelma menjadi jawaban, agar setiap kalimat tertiup tanpa tanya. Pandangan saya terlintas di satu arah. Lalu kalimat yang terpikirkan adalah, saya tau sebuah kriteria. Saya tersenyum. Bercerita melalui puisi, mengartikan makna dari satu pandangan setelah hampir dua puluh taun.

2 Comments

  1. sianakdesa

    March 29, 2012 at 5:58 pm

    hai… ada award nih untuk blognya, jangan lupa diambil yaa 🙂

    1. fasyaulia

      March 29, 2012 at 11:11 pm

      hello anak desa, iya udah kok makasih ya! 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: