Sahabat #2

Bahwasanya, sahabat lah yang membangunkan kamu dari mimpi-mimpi yang membuatmu terlena. Sahabat lah yang mengingatkan kamu kembali ke alam sadar agar kamu tidak terus berlari tak bertapak. Sadarkah kamu, kekuatan sahabat sama seperti bulan yang setia untuk terang walau dalam keadaan gelap. Semuanya menjadi sepi tertinggal tidur hingga pagi, tapi cahayanya hadir samar-samar walau keadaan terkantuk. Itulah sahabat.

Bahwasanya, akan tersimpan kata maaf kepada sahabat bahkan ketika hatimu berkecamuk meraung tak menentu. Akan tersimpan sebuah mata hati kepada sahabat bahkan ketika wajahnya berpaling padamu. Semua bergejolak tak terhenti. Bahkan sebuah sapaan dan tertawa lepas adalah saksi bahwa detik berlalu begitu cepat ketika bersama sahabat.

Akan banyak kata yang terangkai untuk sebuah kenangan mengenai persahabatan, yang akan menjadi bahan tawaan disebuah masa depan. Aku akan menanti saat-saat itu.

Leave a Reply

%d bloggers like this: