Rindu

“Rindu tampak membelenggu. Desahan setiap nafas memejamkan mata. Aku menemani setiap malammu dalam untaian kata. Aku mempelajari hidupmu dalam indahnya mata. Ketika dewa-dewi meniupkan perasaan. Aku menjelajahi hati. Penuh hati. Agar tidak terluka. Kembali. Kehangatan mencuri waktu. Pujian sayang dan bisikkan mesra membuat merdu. Jika benar ini luluh, tutup prasangka luka dalam segala yang kembali. Rindu.”

4 Comments

  1. sianakdesa

    April 20, 2012 at 10:46 pm

    wo owo aku rinduu…katakan padanya aku rindu 😀

    1. fasyaulia

      April 21, 2012 at 12:01 am

      Cieee anak desa rindu juga :p

  2. helgaindra

    April 21, 2012 at 11:09 am

    emang jago deh bikin tulisan kaya gini
    ckck

    1. fasyaulia

      April 21, 2012 at 2:13 pm

      Aih hahaha Alhamdulillah 😀

Leave a Reply

%d bloggers like this: