Pertemuan

“Dua jam membuat kaku. Aku tak terbiasa menemuimu kembali. Tapi keadaan memaksa. Sedih bila harus melihat matamu. Juga benci bila harus bicara padamu. Baiknya, tidak ada lagi pertemuan. Dalam segala perbedaan antara yang lalu. Biarlah sudah menunda satu kebahagiaan. Jangan terulang” – Siang itu, jam 11.

8 Comments

  1. herrboy

    May 7, 2012 at 9:34 pm

    dari sahabat bisa jadi cinta, tapi bisakah cinta menjadi sahabat lagi?

    1. fasyaulia

      May 7, 2012 at 10:17 pm

      Bisa mungkin hehe. Tapi kenapa tiba-tiba comment tentang cinta dan sahabat?

      1. herrboy

        May 7, 2012 at 11:14 pm

        kyknya agak nyerempet sama postingan km,,,he

    1. fasyaulia

      May 7, 2012 at 10:18 pm

      Iya, itu diatas nya saya udah nulis kategori poems dan juga tag puisi 🙂

  2. jayputra9

    May 7, 2012 at 10:24 pm

    kok dibuat nyatu seperti satu paragraf, jenis puisi baru y?

    1. fasyaulia

      May 7, 2012 at 10:27 pm

      Jenis puisi baru? Sebentar saya mau nanya, menulis puisi apa ada syarat dan peraturan nya? Setau saya tidak.

  3. jayputra9

    May 7, 2012 at 10:47 pm

    haha. aku suka jawab kamu. & aku sependapat dengan kamu. hanya saja aku agak ragu ragu tadi. aku sering nemuin cerpen yang kalimatnya kaya gitu. ma’af y. salam sehati.

Leave a Reply

%d bloggers like this: