Pertama

Kamu adalah yang pertama
Menyisipkan pundi-pundi bertajuk cinta dalam surat bait utama
Kamu tidak menjadi yang kedua
Menelusuri setiap pijakan cerita yang hadir dalam sua
Kamu juga bukan yang ketiga
Mempelajari jarak agar tak mudah dijangkau dengan lega
Kamu penulis yang mampu menempatkan pembaca di angan nya
Bersama setiap malam, kamu lah yang tercatat
Bersama bertemu pagi, kamu lah yang diharap
Bersama lampiran suratmu yang terbalas berkali-kali
Tetaplah menjadi yang pertama

6 Comments

  1. GustiFullah

    December 7, 2013 at 9:17 pm

    tulisan kamu itu ya sya ya, suka bikin aku berasumsi macam-macam. :3

  2. hlga

    December 7, 2013 at 11:24 pm

    tulisannya makin bagus.
    hih.

  3. nurjianti

    December 8, 2013 at 10:36 am

    selalu ada yang pertama untuk saat pertama, 😀

  4. erdidik

    December 12, 2013 at 3:55 pm

    Aku yang keberapa ya? Atau mungkin belum sempat kamu tulis Sya. okelah. *tarikselimutlagi*

Leave a Reply

%d bloggers like this: