Perjalanan manusia

Entah sudah berapa malam yang habis oleh sisa-sisa kenaifan. Diantaranya tercecer seperti debu yang bersarang di sudut jendela yang mengerak. Entah sudah kali keberapa kita dimanjakan dengan dunia yang penuh prasangka. Menuduh, dituduh, mengelabui, didustakan, dihina, dibuang, bahkan mati bersama tanah bermandi darah. Jejak bukan satu-satunya puing untuk mengenali masa lalu. Kita harus berani membuka mata untuk menuju fase hidup yang terus melaju. Jika ada yang tertinggal, setiap langkah ada di hati. Melanjutkan perjalanan atau menemui yang di belakang.

Kita semakin dewasa dalam berbicara. Pintar berkata-kata. Pintar mencari mangsa.

Entah sudah berapa pagi yang dilewatkan tanpa matahari. Mata tertutup menerobos cahaya, mencari mimpi yang bertabrakan dengan sumpah serapah yang mengeja dengan cepat. Diluar sana, sudah banyak manusia yang kita pilih di dunia ini. Sebagian dari mereka tidak tepat. Itulah salah satu alasan dari ketidaksempurnaan dunia.

Kita mencari hidup yang baik. Tidak hanya perasaan, tidak hanya pikiran, keduanya kita satukan.

3 Comments

  1. lazione budy

    February 10, 2014 at 11:49 pm

    ita semakin dewasa dalam berbicara. Pintar berkata-kata. Pintar mencari mangsa.
    pintar ngeles.

  2. helgaindra

    February 10, 2014 at 11:52 pm

    Kita semakin dewasa dalam berbicara. Pintar berkata-kata. Pintar mencari mangsa. <– aih seremm

  3. Danni Moring

    February 11, 2014 at 11:02 am

    makan siapa kita har ini ? 😀

Leave a Reply

%d bloggers like this: