Perempuan dan Cinta

Perempuan datang atas nama cinta. Bunda pergi karena cinta. Digenangi air racun jingga adalah wajahmu. Seperti bulan lelap tidur dihatimu. Yang berdinding kelam dan kedinginan. Ada apa dengannya. Meninggalkan hati untuk dicaci. Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa. Ada apa dengan cinta. Tapi aku pasti akan kembali. Dalam satu purnama. Untuk mempertanyakan kembali cintanya. Bukan untuknya. Bukan untuk siapa. Tapi untukku. Karena aku ingin kamu. Itu saja.

Karya : Rako Prijanto

Puisi diatas adalah puisi Rangga untuk Cinta di ending film Ada Apa Dengan Cinta. Liburan minggu pertama, saya pake buat nonton film, dari film Indonesia sampe film luar. Dari yang udah sering di tonton, sampe yang belum di tonton. Well, dimata saya, film Ada Apa Dengan Cinta punya ending yang greget tapi tetap manis. Greget karena mereka harus dipisahkan sama jarak. Manis karena Rangga meyakinkan Cinta untuk menunggu Rangga. Ditambah lagi dikasih puisi romantis. Lengkap.

Btw, gimana liburan kalian?

15 Comments

  1. Rizqi Fahma

    June 16, 2013 at 9:57 pm

    Uhmmm….. Baru baca puisi ini. Romantis ya? Tapi kok aku nggak dapat feel ini di film nya?

    1. fasyaulia

      June 17, 2013 at 9:39 pm

      Iya romantis hehehe. Harus nonton sama pasangan kali biar dapat feel nya 😛

      1. Rizqi Fahma

        June 17, 2013 at 10:36 pm

        Ohhok…. Kalo begitu feeling nya malah makin susah dapatnya. 😀

  2. cerpen winterwing

    June 17, 2013 at 10:38 am

    bagus juga kalo novel ada puisnya. jadi keliatan nyastra

    1. Raf

      June 17, 2013 at 4:04 pm

      Seleramu aja kali. Novel-novel Kundera dan Musil ada kok yg bagus dan nyastra tanpa pake puisi.

      1. cerpen winterwing

        June 17, 2013 at 4:54 pm

        kalo nyastra berarti bahasanya indah, pake metafor yang lembut dan kena di hati

    2. fasyaulia

      June 17, 2013 at 9:41 pm

      Novel termasuk sastra. Puisi termasuk sastra. Jadi pengertian dari “keliatan nyastra” itu gimana?

      1. Raf

        June 18, 2013 at 12:13 am

        Itu, pake metafora lebay kayak Shakespeare atau Gibran 😀

      2. cerpen winterwing

        July 9, 2013 at 9:29 pm

        keliatan keindahan majas dan gaya tulisannya dengan metafora dll

  3. Raf

    June 17, 2013 at 4:00 pm

    Enak banget sih udah libur. Eike UAS aja belom.

    1. fasyaulia

      June 17, 2013 at 9:43 pm

      Iya udah libur dari minggu lalu, tapi bulan depan ada SP hahaha

  4. Aditya

    June 17, 2013 at 10:41 pm

    puisinya bagus 😉

  5. capung2

    June 19, 2013 at 10:03 pm

    sya jga nnton film aadc.. ska dgn lagu2 yg ada didlmnya..

  6. rakhmadpermana

    June 24, 2013 at 1:18 pm

    Puisi rangga untuk cinta. Hihihi pernah posting hal yang sama. Jangan2 kita ini….. #halah haha

    1. fasyaulia

      June 24, 2013 at 7:16 pm

      Kita bukan kembar yang terpisah kan? ngahahaha

Leave a Reply

%d bloggers like this: