Percikan Cinta

Aura memancarkan satu emosi
Bait menyuarakan suara pasir merintih
Pasang mata mendalami kisah satu malam
Ada kepastian tak tersentuh
Hendak siapa yang tau
Sudut sudut, meja meja sudah tersusun
Tirai coklat bukan penghalang wajah
Setiap kata yang terucap menjadi tulis putaran detik
Menjelajahi warna, namun rabun menjadi sirna
Menjelajahi bayang, namun sudah terbuang
Menjelajahi hati, namun pernah tersakiti

Injakan kaki juga wangi malam merasuk kalbu. Mengganggu hari dalam malam kelabu. Aku menuliskan dengan cinta bukan tinta. Satu dua tatapan. Tiga empat kelanjutan. Perpisahan sesaat dalam mata. Biar tebing semakin hancur oleh keasingan. Terkikis hampa. Membantu refleksi yang semakin menimpa.

Bercerita melalui puisi. Judul terinspirasi setelah praktikum roA ambil data kasus terakhir. Hari menyenangkan.

Leave a Reply

%d bloggers like this: