Pelajaran sabtu malam

Asap rokok sudah memasuki ruangan. Ada yang berkata anjing. Juga melempar kursi. Persediaan arak seperti nya masih menanti. Mabuk. Ada fantasi mengelilingi dunia pesta. Dulu, setidaknya ada singgah sebagai panutan. Tapi mata salah menilai. Kalimat maaf tidak terkontrol adalah alasan. Bodoh sekali kalimat itu. Berawal mengenakan serba hitam, berakhir mengenakan batik. Picik. Akting dijadikan komoditi semata. Berganti peran menyamai panggung. Bangga. Anjing, adanya simulasi adalah omong kosong. Sama seperti perilaku liar saat hari itu.

Bercerita melalui puisi. Kecewa terhadap perbedaan generasi. Mengenai hidup. Serta kebencian terhadap manusia berhati mati, berperan multi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: