Antara IPK dan Empati

Dikampus saya, atau mungkin lebih tepatnya di fakultas saya. Kata empati sudah menjadi pemaknaan yang harus semua mahasiswa miliki. Setidaknya, jika kita belum bisa memberikan empati terhadap orang banyak diluar sana. Ya, kita mencoba terhadap orang yang dekat dengan kita. Keluarga, teman, dosen, tetangga, pacar. […]

Read more

Sebuah Film dan Satu Kalimat

“Saya heran dengan penulis cerita cinta. Maksud saya, apakah kita harus merasakannya dulu baru menulisnya?” – Film Ruang Saya terus-terusan mengulang kalimat tersebut. Bagi saya sih pertanyaan nya betul. Kadang kita ga terlalu mau tau tentang seseorang yang punya karya. Termasuk sama quotes diatas. Kita […]

Read more

Menyapa jarak

Harusnya hari itu kita tidak bertemu. Perjalanan berliku masih membasahi hati dan pikiran masih membayangi. Bahkan mata ini tidak mampu menatap walau saat itu jarak tidak menghalangi. Bahkan jika terurai kalimat, semua akan menjadi paragraf tanpa titik. Kaki ini sudah letih untuk selalu berlari. Raga […]

Read more

Jemu

Kadang. Apa yang ada di hadapan sangat menjenuhkan. Rasanya setiap perkataan yang keluar hanya keluhan. Bicara pada angin malam yang selalu bisu. Meniupkan kesetiap relung pada awan kelabu. Memercikan sedikit daya namun tak berupaya. Saya mengakhiri dengan menangisi semuanya. Ini titik terlemah dari sebuah kejemuan. […]

Read more

7 Fakta

Terimakasih Si Anak Desa untuk Award “The Versatile Blogger” nya, blog saya lebih bayi dari blog kamu 😀 Judul tulisan ini 7 Fakta yang berhubungan tentang diri saya. Aduh serasa acara di trans tujuh. 1. Cempreng Saya tau ini pembohongan publik. Saya juga tau  temen-temen […]

Read more

Satu pandangan

Orang berlalu lalang. Matahari tidak menunjukan aura nya pagi tadi. Hanya beberapa sinaran ditemani embun menetes. Dingin terasa. Banyak cerita yang kudengar pagi ini, dan banyak pula cerita tertunda. Bisakah angin menjelma menjadi jawaban, agar setiap kalimat tertiup tanpa tanya. Pandangan saya terlintas di satu […]

Read more

Ruang puisi

Membaca puisi membuat jatuh cinta. Menulis puisi membuat jatuh air mata. Mengkhayati setiap kalimat dalam puisi membuat berpikir mencari makna. Mendengarkan puisi membuat angan terbang mencuri awan bayang. Dilihat dari sekitar puisiku tersenyum. Diberi komentar puisiku membalas. Dipandang sebelah mata puisiku menunduk malu. Bukan kucing […]

Read more

Mahasiswani, kuliahni, dan hewani

Melebihi cinta segitiga. Mahasiswani, Kuliahni, dan Hewani. Mereka semua nyatu dan punya kekuatan. Melebihi kekuatan bulan dari sailormoon. Mungkin mahasiswa sering denger kata-kata dibawah ini. Atau mungkin pernah denger istilah yang lain. Sebenernya banyak juga kegiatan mahasiswa selain yang ditulis dibawah, misalnya : kuliah pacaran […]

Read more

Ingatan Senja

Bertemu petang. Diantara kegelapan dan cahaya kontemporer. Mengagungkan kekuasan-Nya untuk berbuat. Menemuimu adalah jejak. Mengenalmu adalah takdir. Karena garisan darah ini semuanya bisa terjadi. Suatu kehidupan indah dari petikan sejarah. Terakhir ku temui adalah 5 tahun lalu. Wajah nya pucat tak banyak berkata. Beliau hanya […]

Read more

Luka hati seorang teman

Aku menuliskan beberapa kalimat dalam beberapa paragraf. Aku susun kata-kata manis agar mempercantik keadaan. Aku selipkan beberapa harapan agar menjadi catatan kecil untuk minta terkabulkan. Aku membasahi kembali jiwa yang lalu dan mengeringkan dengan angin pagi. Aku tidak menangisi keadaan dengan rasa bersalah. Aku mengetahui […]

Read more