Menjadi candu

Membaca puisi mu laksana teduh yang mengikat

Aku menginginkan untuk membaca nya setiap pagi dan mengulang nya di kala malam
Setiap kata yang terucap laksana hati yang bergema bahagia

Aku diculik ke masa depan untuk merangkai nya pada jalan yang berpagar disisinya
Kini, sudah tersimpan pada rintik hujan yang mengayun
Bungkusan kata, dimana aku
Tak akan pernah mengizinkan mereka pergi walau satu tarikan nafas
Pun, pada bisikan dari mu yang mengganggu setiap perjalanan

Menghantuiku, meraba setiap isi hati, menenggalamkan ku pada samudera kata

Menuliskan semua tentang mu laksana mata yang tak berkedip
Pikiran berangan
Menjatuhkan pandangan seperti mercusuar yang mengarah tak menepi
Adalah kamu,
Pujangga yang bait nya kurindukan hingga kalbu ini bergejolak
Mendatangkan segala asa hingga penuh cemas
Aku menjemput mu di kala suntuk yang menjelma
Menerangkan sebuah lukisan hujan yang menjadi embun
Di dalamnya, temukan rumah berdinding kata, berpintu cinta, dan kita ada dalam peluk suka cita

Sedangkan,
Mengeja nama mu laksana bunga tidur yang terlama dalam ingatan ku
Selalu ingin terulang dengan tetap kamu disini, tanpa pulang

3 Comments

  1. Danni Moring

    October 1, 2013 at 10:22 pm

    cieee :D, btw bagus itu puisi nya…

      1. Danni Moring

        October 3, 2013 at 1:41 pm

        bayar mba karena udah di bilang bagus :mrgreen:

Leave a Reply

%d bloggers like this: