Mawar

Sepi menggerayangi
Aku sedang berduka bersama mawar-mawar yang berserakan
Tak ada lagi wangi nya karena dihirup dinding-dinding kematian
Hanya menyisakan warna pudar dan duri menjalar
Setiap sentuhan nya adalah lisan yang tak terucap
Membekukan darah seketika
Pun,
Menggelapkan mata dalam sekejap
Tak ada lagi hati yang memburu sepi
Sudah tersapu langit jingga yang keindahan nya mulai usang
Aku hanya bisa menikmati di hari lalu
Dimana setiap warna menjadi persepsi masa depan
Dimana sorotan mentari pada ruang kaca kembali masuk perlahan
Dibalik ruang temu yang menjanjikan, mawar..

1 Comment

  1. ronal

    February 18, 2013 at 10:31 am

    hati2 selain indah mawar juga berduri 😛

Leave a Reply

%d bloggers like this: