Luka hati seorang teman

Aku menuliskan beberapa kalimat dalam beberapa paragraf. Aku susun kata-kata manis agar mempercantik keadaan. Aku selipkan beberapa harapan agar menjadi catatan kecil untuk minta terkabulkan. Aku membasahi kembali jiwa yang lalu dan mengeringkan dengan angin pagi. Aku tidak menangisi keadaan dengan rasa bersalah. Aku mengetahui kehidupan adalah kenikmatan. Aku merasakan kenikmatan adalah bagian dari rasa syukur atas pahit nya hidup. Aku mengikis kepahitan dengan kesendirian. Aku tidak berjalan dan tidak tertawa bersama beberapa teman, aku lebih tertarik tertegun terikat dengan bentuk kalimat dan kalimat. Panjangnya rasa fanatik ku terhadap dirimu membuat raga ini semakin kuat. Seperti menampari diri sendiri, namun tidak merah. Bertemu dengan waktu menyerupai cacian yang disampaikan nada rendah. Bahkan kesakitan ku dibiarkan untuk hanya melihat beberapa pesan singkat yang masih tersimpan. Lihat sejenak aku, aku tidak berlalri dari kenyataan. Meniupkan kehidupan baru pun, aku tidak sanggup tanpamu. Jika aku harus menceritakan kisah kembali, aku tak perlu mencoba mengingat beberapa. Aku ingat semua tanpa satu keraguan darimu. Aku ingat ketika kamu menuliskan beberapa memori perasaan lalu. Mirip seperti mimpi, tapi nyatanya aku selalu jatuh cinta padamu.

Dituliskan setelah melihat realita yang ada beberapa hari kemaren. Aku sebagai seorang teman yang terluka hatinya.

1 Comment

  1. GustiFullah

    December 16, 2013 at 12:18 am

    Online pake opera mini di hape, ga bisa dilike, padahal aku suka banget sama tulisan kamu yang ini. Share ke twitter ahh ~

Leave a Reply

%d bloggers like this: