Korelasi hidup

Aku terkadang lupa akan sebuah mimpi. Tapi aku tetap mengingat prinsip-prinsip. Seandainya semuanya dapat menyatu dengan cepat. Janji lah aku akan keindahan yang berujung bias.

Aku terkadang tidak mendengar beberapa kata orang. Tapi aku membaca keadaan hingga mampu menebak menjadi kebenaran. Seandainya kacamata ku benar terjadi. Janji lah aku akan kebinasaan dalam melihat.

Dunia ini sinaran terdahsyat dalam hidup karena kebahagiaan tersimpan dalam setiap sudutnya. Memberi kenangan. Menyimpan luka. Menanti jingga. Bukan selamanya yang diketahui akan mati. Namun perpisahan lama untuk hari yang kekal.

Memang. Apa yang telah terencana dengan apa yang terjadi hanya memberi sedikit korelasi. Jika maka sebuah pilihan menjadi premis-premis liar yang tak tertahan, biarkan saja menjawab dalam satu kebisuan. Mengeluh pun tak akan merubah satu jawaban. Hanya memberi kelegaan.

5 Comments

  1. GustiFullah

    August 16, 2012 at 12:07 am

    aku ingin punya otak dan bakat seperti kamu, boleh? 😐

    1. fasyaulia

      August 16, 2012 at 2:55 pm

      Gabisa, aku limited edition #eaaa
      Kamu harus bersyukur sama apa yang kamu punya, bakat kamu kan cemerlang nan ciamik juga, Gusti =D

      1. GustiFullah

        August 18, 2012 at 5:16 pm

        BISA AJAAA!! (–˛ β€” ΒΊ)

  2. SanG BaYAnG

    August 17, 2012 at 1:53 am

    Susunan dan bentuk yang tepat dengan pembawaan tegas.

    Good.., Sangat mantabs untuk di apresiasikan jempol dua nih..
    “Salam Karya Untuk semua” πŸ˜€

    1. fasyaulia

      August 17, 2012 at 9:26 am

      Makasih ya sang bayang (gatau namanya siapa) haha. Karya-karya mu bagus juga =D

Leave a Reply

%d bloggers like this: