Kita tidak jatuh cinta bukan?

“Percakapan begitu mengalir. Menikmati santapan juga angin malam. Tidak ada diam kecuali nafas. Beberapa orang sudah berlalu. Masih saja disini. Ada saja cerita untuk dibagikan. Belum ada tanda suntuk menyertai. Angin masih setia menemani. Lampu kecil mewarnai memutari setiap kehadiran. Suara bising membiarkan celotehan tak terhenti. Rasa nya tidak terganggu. Hingga batas waktu. Keramaian meredup. Salam menjadi penutup dalam doa. Usai. Kita tidak jatuh cinta bukan?”

7 Comments

  1. sianakdesa

    May 14, 2012 at 1:04 am

    Semoga saja tidak, bahkan aku tidak mengerti bagaimana yang disebut jatuh cinta. 😀 he…he..

    1. fasyaulia

      May 14, 2012 at 6:49 pm

      Walaua tidak mengerti, pernah merasakan nya bukan? hehehe~

      1. sianakdesa

        May 14, 2012 at 8:58 pm

        Dulu dulu banget mungkin pernah ya he..he..he..

  2. jayputra9

    May 14, 2012 at 5:45 pm

    3 jempol dariku atas puisi yang amat mendalam dari penciptannya.

    kalimat terakhir unik. baru pertama liat puisi ada tanda tanyanya. keren!

    1. fasyaulia

      May 14, 2012 at 6:56 pm

      Waduh hehehe, terimakasih..

  3. diffaimajid

    May 15, 2012 at 12:06 am

    batas antara ketertarikan dan kenyamanan itu blur. sampai nanti kita nabrak “tembok”nya. hahahaha

Leave a Reply

%d bloggers like this: