Kita kembali, bodoh

Kita kembali bicara dalam kata-kata yang sesungguhnya adalah diam. Kita kembali bersulang dalam gelas-gelas yang sesungguhnya tanpa air. Kita kembali tersenyum dalam wajah-wajah duka yang sesungguhnya tak berdaya. Kita adalah garis-garis kemuraman yang tidak pernah kontras dengan cahaya. Angan terkena angin dan roboh. Semua karena, kita bodoh.

3 Comments

  1. lazione budy

    August 16, 2013 at 11:18 pm

    Bersulang dalam gelas kosong, tawa renyah dalam kepahitan.
    Jiah..

    1. fasyaulia

      August 17, 2013 at 3:36 pm

      Membayang pahit dalam pikiran, bak drama yang habis tertelan lisan.

Leave a Reply

%d bloggers like this: