Keputusan Menikah

CIYE. NIKAH.

NIKAH. CIYE.

Beberapa hari lalu, ada obrolan pagi sama seorang temen perempuan, katanya “apa ya keputusan seseorang untuk menikah? apa ya alasan yang tepat ketika sadar bahwa dia adalah orangnya?” – sebut saja Giska, 25 tahun.

Saya belum menikah. Iya, belum. Mungkin besok atau lusa atau minggu depan atau bulan depan, ya mana saya tau kapan yakan. Kalau tau, saya infoin di tv-tv kesayangan kalian. Gak deng, bertjanda.

Keputusan seseorang untuk menikah tentu beda-beda.

Ada orang yang menikah karena merasa sudah siap secara lahir batin, gak ada lagi yang harus diragukan, dari segi pasangan, materi, mental dan lainnya.

Ada orang yang menikah karena perjodohan orang tua.

Ada orang yang menikah karena sudah hamil duluan.

Ada orang yang menikah karena materi semata, fisik semata, atau karena nyaman semata. Dimana hal-hal lainnya bukan diabaikan tapi dikesampingkan.

Ada banyak hal lainnya. Kita gak pernah tahu isi hati dan pikiran seseorang, termasuk perihal keputusan menikah.

Kemarin, saya nonton film, salah satu obrolan di film tersebut adalah perihal pernikahan. Katanya, seseorang memutuskan menikah karena lelah dan ingin menyelesaikannya. Iya, lelah dengan rutinitas pacaran, yang di isi dengan ngedate, ngambekan, baikan, anniversary, dan lain-lain yang dirasa menikah adalah keputusan yang baik karena akan menemukan hal-hal baru setelahnya.

owlsome-221-of-244-1478830052
Sumber gambar

Menurut saya, keputusan menikah dan sadar bahwa dia adalah ‘orangnya’ adalah suatu yang kompleks, yang menyatu.

Begitupun saya katakan ke Giska, bahwa sesuatu yang beralasan itu semakin dicari semakin sulit. Sama halnya ketika ditanya apa alasan kita jatuh cinta? (duh saya geli ngetik begini). Itupun sesuatu yang kompleks, menyatu. Saya gak bisa mencari-cari alasan kenapa saya bisa jatuh cinta, apakah karena fisik, karena pemikiran, atau apa. Semakin saya mencari alasan, semakin saya membuat-buat hal yang bisa saja keadaannya berubah.

Febri, 23 tahun – pun pernah bertanya “Apakah jatuh cinta butuh alasan?” – saya jawab dengan opini saya, dan tentu mengatakan “tidak”. Selanjutnya saya katakan, kalau kita jatuh cinta karena alasan, kalau suatu hari alasan itu hilang, akan kemana perginya jatuh cinta?

Lalu Febri sepakat. Katanya. Gatau kenyataannya.

Dengan jawaban demikian, saya pun semakin sadar bahwa Tuhan tidak pernah memiliki alasan untuk sayang pada kita semua. Semua disayang oleh-Nya, diberi hak kasih sayang yang sama.

Jatuh cinta, keputusan menikah, dan dia adalah ‘orangnya’ ini tidak bisa ditulis dengan alasan yang tercecer. Seperti yang saya katakan diatas, kompleks dan menyatu.

Saya akan memberikan banyak hal dan semua hal tersebut tidak bisa dipisahkan. Saya gak bisa bilang kalau saya jatuh cinta sama seseorang hanya karena dia baik. Perlu diingat, semua orang memang pada dasarnya baik (juga jahat). Saya juga gak bisa bilang keputusan menikah karena saya udah sreg sama seseorang.

Saya harus bilang bahwa keputusan menikah dan dia adalah ‘orangnya’ ini adalah kumpulan dari berbagai alasan. Karena sifat pasangan, karena kesiapan diri sendiri, karena usia, karena kecocokan dengan pasangan, karena keluarga dua belah pihak, karena keuangan yang dirasa akan cukup, karena ibadah untuk menyempurnakan agama, karena kenyamanan dan keamanan diri, karena teman-temannya yang akan menjadi teman kita juga, daaaan masih banyak hal lainnya.

Maksud saya kumpulan dari berbagai alasan adalah seperti hal-hal diatas.

Beberapa bulan lalu saya mengenal seseorang dan kita berdua berniat untuk menuju pernikahan. Jangan berpikiran jauh, ini baru sekedar niat. Mungkin Tuhan mencatat, tapi mungkin juga tidak berkehendak. Tapi yang mau saya bagi bukan kegagalannya karena kita tidak berjodoh, bukan. Saya mau berbagi ternyata ada banyak hal yang menjadi alasan untuk menjadi keputusan menikah.

Saya perlahan mengenal dia dan masa lalunya. Buat saya ini suatu keharusan karena walau kita merancang masa depan, tapi masa lalu adalah salah satu kunci menuju pintu berikutnya. Lalu mengenal keluarganya, pekerjaannya, keuangannya, teman-temannya, sifatnya, hobinya, kesukaannya dan semua hal tentangnya.

Gak selesai disitu.

Ada kalanya kita membicarakan hal-hal sebelum dan sesudah pernikahan. Tinggal dimana, pekerjaan yang dilakukan istri, lokasi pernikahan, dan lain sebagainya. Ditambah, kita dikenalkan aturan-aturan agama untuk menjadi suami istri yang soleh solehah seperti apa.

Tapi, walau kita tidak berjodoh, saya ikhlas dan masih menjalani hidup dengan semestinya, karena saya meminta sebaik-baiknya ke Tuhan, bukan ke orang tersebut.

Inti dari tulisan ini, walau ada seribu alasan mengenai keputusan menikah, tapi jadikan seribu alasan itu menjadi satu. Kalau tercecer, percayalah tidak akan pernah habis untuk memikirkan alasan yang tepat, karena di setiap alasan pasti ada kekurangan. Ada yang bilang, daripada sibuk mencari, lebih baik sibuk membenahi diri. Menurut saya, membenahi diri sudah kewajiban diri sendiri, sama seperti kita haus ya berarti harus minum.

Mudah-mudahan yang baca tulisan ini gak menganggap kalau menikah itu sulit dan membutuhkan waktu berpikir yang lama. Enggak gitu kok engga. Percayalah, sesungguhnya menikah itu mudah, syaratnya juga mudah, yang bikin sulit itu manusianya, yang bikin nikah mahal juga gengsi manusianya, hih pusing ya? Sama.

(nyuruh orang lain percayalah tapi yang nulis belum ngalamin, minta dihujat banget) HAHAHA MAAP.

Oke deh, kayanya tulisan ini bikin ngantuk. Mana gambarnya cuma sebiji. Terimakasih Giska dan Febri yang pernah memberikan pertanyaan di sela-sela pembicaraan. Pun, terimakasih yang udah bacaaaa!

NB : Silahkan komen kalau sudah membaca isi, bukan membaca judul.

  1. Prita Pdinata

    May 28, 2017 at 1:47 pm

    bikin post based on true story dong kak, biar seru

    1. fasyaulia

      May 29, 2017 at 11:47 am

      Hahaha itu ada true story nya kok 😝

  2. Ata

    May 28, 2017 at 1:53 pm

    Syaaa aku (pas baca judul) mikirnya kamu mau bagi undangan dalem bentuk blogpost lho πŸ˜“πŸ˜“πŸ˜“

    Btw iya, membuat keputusan menikah (harusnya) mudah, cuma menurutku pada kenyataannya ga semudah itu. Huhu. Memang dasar manusia di Ata mah, apa-apa dibikin susah. *self toyor*

    1. fasyaulia

      May 29, 2017 at 11:50 am

      TAAA! HAHAHA. Aku undang semua temen2 blog dong ya. Aku hebat sekaliii wkkk.

      Keputusan menikahnya mudah kok Ta, pelaksanaannya kagak tauuuk hahaha. Lagian mimpi ketemu ular aja belum nih! (masih aje dibahas, padahal yg mau nikah belum tentu mimpi itu) hahaha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      1. Ardizza Dwittarinda Raharja

        May 30, 2017 at 12:25 pm

        Tetep yaa, mimpi ketemu ular πŸπŸ˜‚

  3. Kresnoadi DH

    May 28, 2017 at 2:09 pm

    Mudah sih emang selama yang diajak udah mau. Kalo enggak malah awkward kak. πŸ™

    1. fasyaulia

      May 29, 2017 at 11:52 am

      Yang bilang mau aja kalau gak jodoh visa bubyaaar hiks

      1. Kresnoadi DH

        June 1, 2017 at 12:25 am

        Gakpapa kak. Kan yang penting usaha. πŸ™‚

        *lalu kabur naik uber

  4. jejakandi

    May 28, 2017 at 2:30 pm

    Gagal menikah bukan berarti tidak cocok. Dan menuju pernikahan juga bukan berarti cocok. Semua penjabaran mbak Aulia sangat beralasan dan benar jangan tercecer. Tapi ada satu hal yang belum ditekankan oleh mbak Aulia. Waktu. Yang tidak cocok bisa menuju pernikahan karena waktu yang tepat. Yang sudah cocok satu sama lain gagal menikah karena waktu yang tidak tepat. *True story

    1. Ririn

      May 28, 2017 at 7:18 pm

      Suka Caac! Pokonya ngga melulu nikah itu karna cinta, tp menikah lalu bangun cinta, karna Allah tentunya, insyaa Allah lebih berasa :’) *padahalmah sy jg blm *sotoy *maapin

      1. Ririn

        May 28, 2017 at 7:22 pm

        Kegagalanmu juga, bkn ga berarti apa2. Pasti ada pelajaran, pengalaman, dan pemberian yg terbaik nantinya aamiin

        1. fasyaulia

          May 29, 2017 at 12:07 pm

          Semua hal dihidupku, aku jadiin pelajaran dan pengalaman kok. Aku gak pernah ngerasa hidup ini sia2 – seburuk apapun yg aku lakukan. Termasuk dengan kegagalan ini. Makasih doanya aamiin luvvv πŸ’•

      2. fasyaulia

        May 29, 2017 at 12:05 pm

        Ririn makasihhhh udah mampir dan komen hehehe. Asheek bangun cinta sambil bangun rumah tangga ya wkkk

    2. fasyaulia

      May 29, 2017 at 11:54 am

      Iya juga, waaah terimakasih sharing dan tambahannya Mas 😊😊

  5. shiq4

    May 28, 2017 at 2:56 pm

    Lho mbak fasya kenapa nih kok gak jadi menikah? Penasaran sama seseorang yang dimaksud.

    Klo saya sendiri sih sudah siap nikah. Masalahnya yg saya pikirkan itu calon istri saya apa siap nikah dengan orang seperti saya. Jujur saja, saya agak minder dan merasa hanya orang2 tertentu saja yang akan memaklumi kelakuan saya ha ha ha……

    1. fasyaulia

      May 29, 2017 at 11:56 am

      Karena tidak berjodoh mas… Hahaha, Allah berkehendak lain 😊

      Wah iya, aku juga sulit nemuin orang yang memaklumi kelakuanku yang amburadul ini hahaha. Semoga mas shiqa segera menemukan orang yg tepat yaaak! Ku doakan πŸ™

      1. shiq4

        May 29, 2017 at 12:11 pm

        Amin. Amin. Semoga hal yang sama juga berlaku untuk mbak fasya :-D.

  6. shiq4

    May 28, 2017 at 2:57 pm

    Lho mbak fasya kenapa nih kok gak jadi menikah? Penasaran sama seseorang yang dimaksud.

    Klo saya sendiri sih sudah siap nikah. Masalahnya yg saya pikirkan itu calon istri saya apa siap nikah dengan orang seperti saya. Jujur saja, saya agak minder dan merasa hanya orang2 tertentu saja yang akan memaklumi kelakuan saya ha ha ha……

  7. sfels

    May 28, 2017 at 3:13 pm

    Begitu kelar baca isinya, langsung throw back sendiri. Dan mikir “apa ya dulu alasan saya menikah?” Dan skg gak dapet jawaban apa-apa selain as simply as he’s the one. Kalo kata orang, “when you meet the right one, you just know.”
    Dan sekiranya Allah & semesta pasti akan membantu kita. Not to find/ search the answer. But to follow His path that leads to our destiny πŸ™‚

    Keep writting, Ca! *p.s = Jadi mau aktifin blog usangku lagi deh. Hihi

    Cheers,
    Fels

    1. fasyaulia

      May 29, 2017 at 11:59 am

      Karena memang sebenernya gak ada jawaban yang tepat ya Fels, dari alasan yang banyak itu menjadikan satu jawaban dan jawabannya “ya pokonya ini orangnya!” sekian. Yakan hahaha.

      Ayo atuh ngeblog lagi hehehe, btw makasih ya udah mau mampir baca dan komen. Jadi seneng 😁

  8. Jejak Parmantos

    May 28, 2017 at 3:40 pm

    Hmm makin dewasa tulisannya… berat temanya mbak. TOP(s)!!

    1. fasyaulia

      May 29, 2017 at 12:00 pm

      Hahaha lebih berat dosa2 manusia πŸ˜‚πŸ˜‚ makasih maseee!

  9. Hafidh Frian

    May 28, 2017 at 5:00 pm

    Hahah proses kita hampir mirip. Kesimpulanku sejauh ini, “ga semua cem-ceman kita yg kita sukai itu mau nikah sama kita. Mereka punya hak 100% memilih atau menolak.” Fungsi kita adalah terus ikhtiar mencari dan memperbaiki diri dalam doa dan tawakkal pada Allah. InsyaAllah segera akan terwujud dan tentu saja lebih baik. Aamiin..

    1. fasyaulia

      May 29, 2017 at 12:02 pm

      Betul maseee! Setuju sama komennya. Dan doanya ku aamiin kan, buat mas juga moga segera dapet yang lebih baik 😊😊😊

  10. mawi wijna

    May 28, 2017 at 5:04 pm

    Untuk setiap keraguan, hadapilah dengan keberanian.
    Untuk setiap pertanyaan, mungkin tak kan pernah mendapat jawaban.
    Untuk setiap keputusan, pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa.

    It is just life isn’t it? πŸ˜€

    1. fasyaulia

      May 29, 2017 at 12:03 pm

      Betul! Aaah sukak sekali komen ini. Thanks maseee! πŸ™πŸ˜Š

  11. NinaFajriah

    May 28, 2017 at 6:00 pm

    Menikah : one small step for a woman, one giant leap for human mankind. Yeup. Sampai sekarang pun masih ngerasa begitu. Hahah

    1. fasyaulia

      May 29, 2017 at 12:04 pm

      Woooh ini nih senior karena udah beneran nikah hihihi 😁

  12. Rissaid

    May 28, 2017 at 7:15 pm

    Gaak, aku suka. Banget. 😘

    1. fasyaulia

      May 29, 2017 at 12:04 pm

      Unchhh Rissaaa! Thanks ❀❀

  13. gegelin2

    May 28, 2017 at 9:45 pm

    Gpp sist batal nikah is not the end of the world. Pengalaman gue ditinggal nikah 2x karena doi dijodohin HAHAHA padahal udah ngomongin rencana kemana-mana. Jujur ya sakit tapi mau diapain, udah bagus pisah karena keadaan bukan karena diselingkuhin atau diutangin, ya gak πŸ˜›

    Tapi emang musti diikhlasin Fas, puji Tuhan ini move-on tercepat dalam sejarah hidup gue kayaknya. Gak nyampe seminggu. Life must go on, doesn’t it πŸ™‚

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 9:38 am

      Hahahaha GE! Udah bagus pisah karena keadaan bukan karena diselingkuhin atau diutangin wkkk pemikiran gahar darimana tuuuuh geee? Kebayang kalau ada yg putus tapi masih tersisa hutang2 ya ampuuun wkkk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Gila seminggu move on? Mantap nian memang Gege mah, panutan kaula muda! πŸ‘

  14. Naufal eL-ghiyats

    May 28, 2017 at 11:37 pm

    Kalau cinta hadir tanpa alasan, kmn perginya dia ketika hilang, dan kenapa? πŸ€”

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 9:46 am

      Hadirnya aja tanpa alasan, kenapa pas pergi minta alasan? Hahaha bertjanda.

      Sebenernya hadir dan pergi kan tentu ada alasannya… Tapi… Nyatu. Gak cuma karena satu hal dua hal aja, gak tercecer.

  15. Diptra

    May 29, 2017 at 12:08 am

    Sederhana. Alasan menikah karena ingin “menimba sumur”. Kebijakan-kebijakan lain yang tumbuh setelah menikah itu urusan lain. Heuheu.

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 9:46 am

      Wadaw menimba sumur nih bahasanya mas hahaha mantap πŸ‘Œ

      1. Kresnoadi DH

        June 1, 2017 at 12:29 am

        INI MENIMBA SUMUR MAKSUDNYA APAAN SIH? KOK AKU NGAKAK YA. HAHAHAHAHA,. :))

  16. kang Rahmat

    May 29, 2017 at 12:19 am

    Harus diteliti lebih mendalam nih , . . Jadi riset/thesis ide brilian juga nih mbak. Haha, duh saya belum menikah, kalo udah saya kasih tau juga mba alasannya

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 9:47 am

      Gak jadi tesis jugak sih kaaaang hahaha

  17. nyonyasepatu

    May 29, 2017 at 12:43 am

    Menikahnya (tidak) terlalu sulit, jalaninnya yg tidak mudah haha

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 9:48 am

      Nah ini mah pepatah senior yang udah mengarungi pernikahan hahaha

  18. Bang Ical

    May 29, 2017 at 12:50 am

    Dimana hal-hal lainnya bukan diabaikan tapi dikesampingkan.

    πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 9:50 am

      Hehehe fokusnya kesitu nih bang 😝😝

      1. Bang Ical

        May 30, 2017 at 10:42 am

        Kepikirannya ke sana πŸ˜‚

  19. febridwicahya

    May 29, 2017 at 5:09 am

    Hahaaaaaa mbak syaaa, mbak syaaaa. Aku beneran sepakat kalek kalau cinta itu ngga ada alasanny ._. Tiap kali ditanyaaa ‘kenapa kamu cinta aku’ gitu (njer, jijik juga ya nulisnya) aku suka bingung ngejawab karena yaa, ga ada alasan spesifik ._. Wkwkw

    Terus itu, anu. Menikah emang bener butuh persiapan sih, tapi nggak sulit. Gampang. Dan bener, manusianya yang terkesan menyulitkan. Wkwkw

    Jadi, sekarang aku agak sedikit malas kalau uda ditanya masalah nikah, nikah, dan nikah. Yasudalahyaaaa, semua ada waktunyaaaa. Kita berdoa dan berharap sama yang maha kuasa sadjaaa

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 9:53 am

      Gak ada alasan spesifik. Tul deq Febri sang penanya kita hahaha.

      Aku gak males sih ditanya nikah, karena jawabanku tetep sama “doain aja” tapi yang kesel adalah respon orang2 seolah2 “yaelaaah” ffftt.

      Mari berdoa ya moga kita semua mendapatkan yg terbaikkks!

  20. Ardizza Dwittarinda Raharja

    May 29, 2017 at 6:56 am

    Dari pertama baca ingin komen tapi ndak jadi-jadi mulu πŸ˜†

    Keputusan untuk menikah versi aku, gak tau, karena udah nemu “click” aja gitu, jadi ngerasa “ini nih orangnya!”. Terlebih banyak unexpected things that ever happened between us, long time ago before we knew each other. Terus pas diketemuin sekarang dan bahas hal itu teh kayak jadi mikir “kok bisa gitu ya kita” jadi gemas sendiri haha.

    Minta do’anya saja, semoga jalan menuju pernikahan ini dilancarkan selalu sama Allah, aamiin πŸ™πŸ» bener ya, manusianya sih yang bikin jadi ribet πŸ˜‚

    Ku juga do’akan selalu untukmu Cac, semoga segera bertemu dengan orang yang memang ditakdirkan buat kamu oleh Allah. Aamiin.

    Lah, panjang ternyata komennya. Ndak apa ya. Luv ❀️

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 9:56 am

      Emang sebenernya “click” itu gak ada jawabannya kan, jawabannya ya kompleks, gak spesifik.

      Aamiin doanya, buat aku, buat kamu juga, buat semuanya. GAKPAPA PANJANG KOMENNYA, KAYA YANG BARU SEKALI KOMEN PANJANG AJA LAU. Wqwq.

      Luv πŸ’•πŸ’•

  21. Caesarina

    May 29, 2017 at 9:02 am

    Seketika jadi mikir kenapa aku mau nikah sama stranger yg lgsg ngajak nikah via telegram. Tapi ya itu cac kompleks emang. Dan sblum aku lgsg bisa taaruf pun emang ngerasain gagal taaruf dulu ama yg laen. Tapi ternyata kegagalan sebelumnya malah ngebukain pintu untuk yg sekarang jadi suami. Hahaha dan kalo minta dijelasin.. ya bingung aja kenapa mau ya secepat itu dan lgsg nikah? Ya itu dia. Only God knows πŸ˜†

    Semangat caaaaaacπŸ’•
    Janji Allah ga pernah bohong

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 9:59 am

      Hihihi semua orang harus ngerasain gagal dulu dalam beberapa hal, tapi kegagalan itu bukan berarti tanpa arti yakan.

      Ahiw stranger atau siapapun, kalau udah ngerasa sreg mah pasti hati ngikut okeh ya Nis. Allah yang mha menggerakan hati.

      Thankyou Nicaaa dah main ke blog ku dan komen πŸ™β€

  22. Suci Su

    May 29, 2017 at 9:04 am

    Temanya berat yak mbak.. hehe.

    Bener. Jatuh cinta, keputusan dan yakin dialah orangnya memang kompleks dan menyatu. Kekompleksan yang bener-bener kompleks.

    Nikahnya mudah, manusianya, gengsinya gede. Kadang nambah berat aja itu.😣

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 10:01 am

      Beratan dosa manusya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ wkkk. Iya, walau kompleks tapi bisa jadi sederhana kok. Tuhan kan maha memudahkan hehehe.

      1. Suci Su

        May 30, 2017 at 1:02 pm

        Iya. Berat. Sebenarnya selain rindu itu berat, ada dosa manusia yang lebih berat.. 😒
        Semoga Tuhan memudahkan jodoh kita.. πŸ™

  23. kunudhani

    May 29, 2017 at 9:06 am

    Sya, saya sudah membaca isi, dan pastinya membaca judul, walaupun sudah membaca isi saya tetap bertanya “kamu kapan sya memutuskan untuk mmenikaah?” πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 10:02 am

      Kalau kamu serius baca isinya pasti gak akan nanya gitu Kunuuu hahaha

      1. kunudhani

        May 30, 2017 at 10:05 am

        Maafin aku syaa, akuu bcaa tpi gk seriuss πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯

  24. niddisuhardi

    May 29, 2017 at 11:02 am

    nikah itu syaratnya satu, ada pasangannya. hhhhhh

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 10:03 am

      Eits. Ada pasangannya aja belum tentu nikah kok. Ehehehe

      1. niddisuhardi

        June 2, 2017 at 1:14 pm

        Apalagi belum ada,, hehehe

  25. mrs muhandoko

    May 29, 2017 at 1:00 pm

    Aku dulu mau nikah kenapa ya sya? Sek sek kuinget inget dulu *laaahhh*

    Gpp Sya, menikahlah ketika bertemu dengan the right person dan udah bunyi ‘klik’. Jangan nikah karena fanas temlen penuh foto lamaran Hamish-Raisa πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 10:04 am

      Mba Nanaaaaa atuhlah ngakak, Alhamdulillah gak panas karena Hamish Raisa. Palingan panas liat Ringgo – Sabai ft Bjorka! Wkkk lucu amat keluarga onoooh ya ampon

  26. ahjummah

    May 29, 2017 at 1:40 pm

    daaaaaaan saya masih menganggap pernikahan itu tidak mudah. menikah itu sama seperti memasuki pintu penuh masalah dan menikah itu tidak seindah drama korea. ahahahahahaha…
    eh tapi saya masih kepengen nikah lohh…
    tapi masih suka juga idup jomblo…
    tapi pengen nikah kalo jablay menyerang….
    tapi enakan jomblo bisa bebas
    tapi..
    tapi,,
    tapi..
    ah sudah lahhh…. aku mau nonton drakor lagi XD
    #efekterlalulamasendiri πŸ˜›

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 10:07 am

      Semua pintu yang baru pasti ada masalahnya kok sist. Tapi itu alasan jablay menyerang napa dibawa2 astagaaah ngakaaak woy ah! Hahaha.

      Lagi nonton drakor apaaa? Bisikin kalik ihhhh 😝😝😝

      1. ahjummah

        May 30, 2017 at 10:43 am

        iyaaa.. tapi pintu yg namanya pernikahan itu isinya masalah tok sist. hehehehehehehehe… tapi “enaknya” pintu pernikahan itu yah nikmat bgt sist… hehehehehe

        eh, sekarang drakornya unyuk-unyuk loh sist… cinta2an unyuk gitu.,.. ada Suspicious partner, fight for my wa. apaan lagi yah?

        1. fasyaulia

          May 30, 2017 at 11:10 am

          Aku nonton kedua ituuuuu aahhhkk ku sukak ku sukak ku sukak! πŸ˜€

  27. Tari Artika

    May 29, 2017 at 1:50 pm

    Tiba2 banget nih ngomongin nikah, bikin kepikiran aza hahaha

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 10:08 am

      Karena belum bisa dilakuin, maka dipikirin aja dulu hahaha

  28. ketikyoga

    May 29, 2017 at 6:19 pm

    Wanjir, Febri mempertanyakan cinta pakai alasan apa nggak. Uhuy.

    Ya, keputusan buat menikah emang kompleks. Betul itu. Ada beberapa hal yang tersusun kemudian jadi kesimpulan, “Nah, udah mantep nih buat nikah.” Halah.

    Soal gengsi untuk perayaannya emang ribet banget, sih. Belum foto prawed yang bagus, terus nanti mau di gedung mana, dan kudu nyewa dangdut apalagi tuh. Aduhlah. XD

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 10:13 am

      Hahaha Febri kalau lagi dimabuk cinta emang gitu Yogsss wkkk

      Tulnget, mau dijajarin alasannya satu2 gak akan pernah selesai. Jadi pusing mikirin alasan, meningan rasain aja klik apa engga nya.

      Yooogs! Paketan foto buat nikahan standarnya 10-20 jeti, gileeeeek gaaak? Ada sih yg dibawah itu juga, cari aja ubek2 vendor hahaha.

      Eh eh, gak harus prewed pun gakpapa kok sebenernya. Dan itu dangdut aelah gakusah ada ih nanti malah ada saweran dadakan wkkk

  29. audris

    May 29, 2017 at 7:15 pm

    Dari seluruh isi postnya, aku malah tertarik ke si sama-sama niat menikah tapi tidak berjodoh. Itu gimana kafasy kok bisa, kok gitu, kok ga terlihat galau, kok bisa move on, kok bisa :((

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 10:22 am

      Hahahaha Audris! :))

      Yaaa bisa gak berjodoh, karena Allah yang berkehendak. Gak terlihat galau karena aku gak biasa nunjukkinnya wkkk. Move on mah karena ikhlas aja, dia datang ke hidup aku karena Allah, gak berjodoh pun pasti jalannya Allah, yoweees aku terima dengan lapang dada *puter lagu sheila on 7* hahahaha

  30. dinimuktiani

    May 30, 2017 at 9:11 am

    Jadi baper bacanya. Kalo kata orang2 yang ta’aruf, menikah itu nggak sulit. Tapi ah sudahlah… ntar puasa2 jadi pengen cuci muka melulu gegara baper πŸ˜€

    1. fasyaulia

      May 30, 2017 at 10:24 am

      Kan emang sebenernya gak sulit. Cuma manusia nya aja kadang yang menyulitkan hahaha.

      Cuma.. Ya.. Sudahlah ya 😝😝😝

  31. Rahayu Wulandari

    May 30, 2017 at 2:25 pm

    Walaaah cape ni scroll komennya, Sya. Banyak bener hahaha

    Fasya ngomongin nikah, euy! Hahahaa
    Btw, aku setuju sama apa yg kamu tulis di sini. Ada banyak hal-hal yang harus dipertimbangkan dgn matang sebelum memutuskan, ‘wah ini dia orangnya nih.’ kemudian menikah.
    Jujur aja, sampe skrg aku msh takut untuk menikah. Huhuuu

    1. fasyaulia

      June 2, 2017 at 10:01 am

      WULAAAAN MAAPIN, capek ya? Aku harus ngelus2 tangan kamu yang capek scroll gak? Hahahaha

      Waaaa ternyata Wulan takut nikah, tenang nanti juga pikiran takutnya hilang kok terus jadi ngebet πŸ˜›

  32. mfadel

    May 30, 2017 at 11:21 pm

    Tulisannya matang banget kak haha. Manggut2 terus akunyah. Dan banyak setujunya sama isi tulisan ini…

    aku juga mikir gitu. Kadang keputusan jatuh cinta terjadi gitu aja. Nggak pernah terpikirkan. Oke kalau ada faktor fisik. Oke ada faktor kepribadian. Tapi sesungguhnya lebih kompleks daripada itu. Semua udah dijelasin gamblang sama kak Fasya haha. Btw momen2 pas nemu dia “orangnya” membahagiakan banget yak πŸ˜‚

    1. fasyaulia

      June 2, 2017 at 10:06 am

      Berarti aku udah mateng dan siap dipetik gak nih? (berasa buah) hahaha.

      Momen udah ngerasa nemu “orangnya” tapi gak jodoh, itu gak membahagiakan Fadel HAHAHA, tapi… tidak ada yang sia2 πŸ˜€

      1. mfadel

        June 3, 2017 at 8:37 am

        Ah iya. Optimis sekali daku πŸ˜‚ Walaupun udah ketemu “orangnya” belum tentu jadi juga yak wkwk

  33. Mydaypack

    May 31, 2017 at 7:18 am

    hahaaa banyak yang baper emang kalau mendengar kata menikah…. hahahaa

    1. fasyaulia

      June 2, 2017 at 10:09 am

      Iyaa, bahkan temenku ada yang nangis baca tulisan ini. Mungkin dia lagi ngerasa sesuatu terus baca ini, gatauk juga sih~

      1. Mydaypack

        June 3, 2017 at 10:44 pm

        hahaa sampe segitunya yah. anyway fasya kapan nih?? haha

  34. bersapedahan

    May 31, 2017 at 9:48 am

    alasan menikah …
    karena jodoh,
    kata orang jodoh ga kemana mana …
    makanya sekarang sering ada di rumah .. ga kemana mana … #MakinGaNyambung

    1. fasyaulia

      June 2, 2017 at 10:10 am

      Aku udah dirumah terus nih kang biar jodohnya gak kemana2 hahaha (gak ngaruh) πŸ˜›

  35. rizzaumami

    May 31, 2017 at 4:27 pm

    Apaaa fasya nikaah?
    Itu yang ada di benak waktu baca judul, hehe.
    Pas baca di awal, ‘oke ini fasya’. Pas masuk ke sesi curhat, waduh serius mau nikah. Tapi ada gak jadinya. Haha. Aku batal jadi fans yang tersakiti karena ditinggal nikah sama idola. Hahaha. Jangan dianggap serius. Hahaha, masih ketawa. Hahaha.

    1. fasyaulia

      June 2, 2017 at 10:12 am

      (( batal jadi fans yang tersakiti )) hahahaha gak aku anggap serius, hahaha tapi aku juga masih ketawa hahaha πŸ˜›

      1. rizzaumami

        June 2, 2017 at 3:12 pm

        Jangan jadi gila habis ini ya fasya udah cukup haha

  36. cinta1668

    June 1, 2017 at 11:26 pm

    masih menimbang, mbak Fasya…masih menimbang ke pernikahan 😁

    1. fasyaulia

      June 2, 2017 at 10:14 am

      Gakpapa, namanya juga manusia pasti beda2 πŸ˜€

      1. cinta1668

        June 2, 2017 at 12:06 pm

        hihi iya benar benar.

        Spertinya Cinta msh prlu mncari jati diri lg 😬

  37. Ria fasha

    June 2, 2017 at 4:38 am

    Aku dulu awalnya pengen nikah karena dah ga mau pacar2an lagi.. Tp ga langsung ktemu yg mau ngajak nikah sih hehehe..
    Setelah nyaman jd jomblo tetiba jodoh dtg.alasan nerima brmodal yakin aja walau blm cinta2 bgt hehe..

    1. fasyaulia

      June 2, 2017 at 10:15 am

      Waaaah, itu namanya bangun cinta sambil bangun rumah tangga. Bagus mbaaa πŸ™‚

  38. malasbangunpagi

    June 2, 2017 at 11:45 pm

    Warbiasyaa… yang komen ada ratusan ribu. Sukses selalu kak~

    1. fasyaulia

      June 5, 2017 at 11:14 am

      HAHAHA WOY AH πŸ˜€

  39. ammal

    June 3, 2017 at 5:47 am

    dulu pas mau lulus kuliah pengen bgt nikah muda eh tp blm ada yg ngajakin. sekarang udah woles dan pengen menikmati kesendirian malah ada yg ngajakin~
    etapi akunya blm ngerasa sreg :'(
    kadang aku masih bertanya2 yg bikin klik itu yg kayak gimana πŸ˜‚
    sungguh misterius ya teh wkwk

    1. fasyaulia

      June 5, 2017 at 11:13 am

      Wkkk Ammal galau pertjintaan nih? Nonton drakor dulu aja udaaah πŸ˜›

  40. miftahkanlah

    June 6, 2017 at 12:54 pm

    Alasan menikah ya?
    Hem…
    hemm….

    1. fasyaulia

      June 11, 2017 at 4:35 pm

      *bingung bales apa* hahaha

  41. gheasafferina

    June 12, 2017 at 6:18 am

    Bicara tentang menikah menurut saya itu misteri banget, tapi ketika saat yang udah Allah tentukan, tiba-tiba ada keyakinan yang entah darimana datangnya. Aku pernah dekat sama seseorang sampai 5 tahun (ga pacaran sih cuma dekat), lalu tiba-tiba menikah sama orang dari entah berantah yang datang langsung untuk tujuan menikah.
    Pertimbangan besarnya ada di istikhoroh sih, ditambah sama kepo sana sini tentang sifatnya. Tapi udah aja sebenernya nggak kenal, bahkan gatau segi materinya bagaimana (ga nanya juga), tapi ternyata ketika udah menikah… ternyata benar, nggak perlu ada cinta di awal karena insyallah kalo prosesnya bener dikasihnya juga yang pas πŸ˜€
    #lalupanjang #jaditausiyah #byebye #semogakakfasyasegeradipertemukan #diwaktuyangtepat

    1. fasyaulia

      June 19, 2017 at 4:05 pm

      ASTAGA KOK AKU BARU BACA KOMEN INI SIH HAHAHA MAAP YA TELAT BALES. Rame deh komennya panjang dan seru. Lagi dong lagiii *kok ngelunjak* πŸ˜€

      Btw, hastag nya makasih ya, AAMIIN…

Leave a Reply

%d bloggers like this: