Kepada senin pagi

“Kepada senin pagi. Aku menaruh angan pada harapan tinggi. Bukan senja cantik namun buram di pandangan mata yang ingin kutemui. Sudah ku sampaikan gejolak dalam diri untuk tegak dalam buih-buih hangatnya mentari. Sudah hancur terlintasi untuk masuk dalam pikiran kotor yang sudah terlalui. Kepada senin pagi. Aku sudah hilang semangat untuk mengucap kembali hari penuh emosi. Biarkan aku, menutup hari ini dengan menangis untuk membenci. Jangan menghidupkan angan baru karena aku tidak akan pernah lagi mencari. Kepada senin pagi. Sungguh ingin sekali aku mencaci”

Sekedar sajak. Semoga semua sudah terlampaui.

2 Comments

  1. Rizqi Fahma

    July 18, 2012 at 1:20 am

    Saya suka Senin. Tapi lebih suka hari Sabtu.
    Siapakah hari Senin itu?

    😉

    1. fasyaulia

      July 18, 2012 at 10:26 pm

      Saya juga suka sabtu. Apalagi kalau ga kuliah 😛
      Senin bukan siapa-siapa cuma dongeng aja hehehe

Leave a Reply

%d bloggers like this: