JOGJA : Art Jog 2018

“Giet, Jogja lagi gak?”
“Iyaaa ih mau Art Jog!”

Jadi, Art Jog adalah salah satu tujuan untuk balik lagi ke Jogja tiap tahun. Cih alasan. Padahal tahun ini aja saya sudah 2x ke Jogja. PINDAH AJA APANEH? Gak deng. Masih cintaan Bandung uwuwuwu sowri. Dikarenakan cuma pengen Art Jog aja, saya dan Anggiet berencana untuk pergi 2d1n. Iseng-iseng memberi kabar di media sosial kita berdua, eh akhirnya bersaut-sautan dengan beberapa teman yang kepengen ikutan nge-Jogja. Dan, akhirnya kita nge-Jogja berlima.

Demikian sekilas info.

Mari kita lanjut bahas Art Jog 2018.

Tulisan Art Jog 2017 bisa dibaca disini.

———————-

Setelah melihat jadwal Art Jog tahun ini, melihat hari-hari dimana bisa kabur dari kerjaan, dan menyesuaikan jadwal sama teman-teman, dipilihlah awal Mei kita kesana. Lebih tepatnya, H+1 setelah opening Art Jog 2018 kita sudah ada di Jogja. Tapi… kita pilih mengunjungi Art Jog di hari… SENIN.

Ya, Senin gengs! Jam 9.50 udah disana padahal bukanya jam 10.00 hahaha.

Biaya masuknya masih sama seperti tahun lalu, 50K. Untuk jadwal di tahun ini, Art Jog memulai dari tanggal 4 Mei 2018 dan berakhir tanggal 4 Juni 2018 – bertempat di Jogja Nasional Museum. Jadi ketika teman-teman membaca ini, masih ada waktu untuk mengunjungi Art Jog. Bulan ramadhan jalan-jalan kesini seru juga yakaaan~

Sedikit penjelasan tentang Art Jog tahun ini akan saya tulis dibawah. Sumbernya dari kolom deskripsi yang sempat saya jepret disana. Tulisannya saya akhiri dengan * ya.

Art Jog 2018 ini bertema “Enlightment / Pencerahan”, tema tersebut merupakan suatu proyeksi tentang filsafat, kerja seni budaya, bahkan pengetahuan yang menjadi satu kesatuan dan ingin dihadirkan di event ini.*

Pencerahan adalah lahirnya gagasan tentang kedaulatan manusia (inidvidu), perluasan dan pelembagaan ilmu pengetahuan, dan pemisahan negara dan agama – semua hal yang pada gilirannya menciptakan gagasan kemajuan, demokrasi, dan modernitas, serta negara – bangsa.*

Pencerahan membebaskan manusia dari kegelapan takhayul dan kungkungan mitos. Seni, dengan prinsip kebebasan berekspresinya, adalah bagian penting dari proyek Pencerahan; kami meminjamnya untuk merefleksikan dimensi sosial, pengetahuan kepercayaan, spiritual, politik, dan teknologi melalui pencapaian karya-karya yang tampil di Art Jog tahun ini.*

Beberapa yang saya jepret dan upload disini tidak bisa saya jelaskan satu-satu, cukup beberapa saja ya.

Foto-foto diatas adalah karya dari Mulyana dengan judul Sea Remembers. Karya ini disimpan paling depan dan paling dicari-cari pengunjung untuk menikmatinya berlama-lama. Soalnya takjub aja gitu. Ditambah cahaya matahari yang masuk bikin nambah estetika karya ini. Doh bagus! Jadi karya ini terbuat dari rajutan yang dibantu oleh 70 orang. Karya ini sebagai pengingat bahwa kita adalah makhluk tak sempurna, katanya “jika daratan membuatmu terlena, ingatlah lautan”.

Sedep benerrr!

Lanjut ya.

Foto kiri dibawah tulisan ini, sebuah karya dari Nasirun, dengan judul hutan dilipat – menjelaskan bahwa banyaknya sampah tisu (kertas) ini menjadi sampah terbesar no 2 di dunia. Mengajak merenung kontribusi apa yang sudah kita lakukan untuk alam. Ehm bentar, karya ini menggunakan tisu yang sudah didaur ulang ya teman-teman.

Ada juga karya kolaborasi dari Davy Linggar dan Tulus, instalasinya penuh sama frame yang isinya foto dan tulisan pendek. Seneng deh, saya betah ngelihatnya, apalagi ada tulisan-tulisan pendeknya yang kadang harus dipikirin “ini tulisan bahas apa yaaa?” hahaha seru! (foto ada dibagian bawah : kanan atas dan kanan tengah)

Terus… ada juga karya dari Fajar Abadi tentang pertarungan industri snack atau makanan ringan. Pemilik karya memberi ilustrasi dengan membuat makanan ringan yang ditumpuk dan disimpan di ring tinju – sebagai tempat bersaingnya. Pada nyatanya, memang benar bahwa industri ini selalu saja ada yang baru – bahkan setiap bulannya. (foto ada dibagian bawah : kanan bawah).

Dibawah tulisan ini, saya motret Anggiet di karya milik Entang Wiharso – disana tertera coretan dari pulpen warna biru, menceritakan tentang luapan ekspresi yang bersifat spontan dan mengalir seluas bidang gambarnya. Dengan kata lain ini adalah cara mengelola diri sendiri dari si pemilik karya.

Ada juga, yang dibawahnya. Tebak itu yang bulat-bulat isinya apaaa hahaha. Itu adalah kertas-kertas sampah dari struk belanja atau struk lainnya. Karya dari Ika Vantiani ini cukup menohok karena kertas kecil tersebut digunakan sebagian dari kita (hampir semua orang sih, gak sebagian) untuk mendokumentasikan jumlah konsumsi kita sehari-hari. DHEG! Jadi malu sendiri pas lihat.

Terus sebelahnya.. itu foto saya dan teman-teman yang akhirnya berlima mengunjungi Jogja! Ki – ka : Anggietta, Mia, Saya, Rera, dan Ammal.

Duh masih banyak yang bisa diceritain dari karya-karya Art Jog 2018 ini, tapi hmm mungkin segitu cukup ya, ini tulisannya udah cukup panjang ya buset nanti kena omel yang baca hahaha.

Terakhir, sesuai dengan tema Art Jog 2018 ; pencerahan, harapannya adalah momen pencerahan itu hadir melalui bentuk yang dekat, sederhana dan beragam, tanpa paksaan dan tekanan. Sebuah kebebasan yang mencerahkan. Karena kita percaya bahwa dengan seni kita bisa merayakan pencerahan dalam hidup.*

———————-

Jadi, udah pada ke Art Jog 2018 belum?

Website : www.artjog.co.id
Instagram : @artjog.id
Twitter : @artjog

NB : Tulisan edisi Jogja masih ada lagi, di-publish minggu depan. Ehe.

  1. nyonyasepatu

    May 21, 2018 at 5:27 pm

    Selalu bagus yaa Art Jog ini

    1. fasyaulia

      May 23, 2018 at 3:18 pm

      Iya kaaak terus kan seru tiap tahun beda2 karyanya jadi pengen kesana lagi lagi 😀

  2. Dita

    May 22, 2018 at 8:16 am

    belum pernah ke artjog huhuhu padahal bagus nih ya

    1. fasyaulia

      May 23, 2018 at 3:19 pm

      Ayo dong kakak kesana, gak diharuskan mandi kok kalau kesana hahaha

  3. Desfortin

    May 22, 2018 at 11:27 am

    Keren Art Jog ya. Syang sy tinggal jauh, di seberang pulang. Cb klau dekat, psti sy k sna dech.

    Indah bnget ya. Seni itu mengaktifkan imajinasi, gak cuma bs ngsh tahu ttg A ampe Z, tp lbih dari itu.

    1. fasyaulia

      May 23, 2018 at 3:23 pm

      Semoga nanti kapan2 bisa ke Art Jog 😀

  4. Ata

    May 23, 2018 at 12:20 pm

    Tahun lalu aku ke Art Jog, tapi tahun ini kayanya mesti absen. Load kerjaan lagi banyak-banyaknya ga bisa kabur. *lha, malah curhat hahaha 😛 padahal pengin banget liat karyanya Tulus ft. Davy Linggar. Super iri sama Fasyaaa 🙁

    1. fasyaulia

      May 23, 2018 at 3:26 pm

      Eh tahun lalu kesana juga ya Ta? Di tanggal yang beda ya kitaaa?

      Hahaha tahun ini lagi banyak kerjaan dan selalu saja karena lagi puasa kaya taun lalu wkwkwk makanya aku kesana nyari waku sebelum puasa tuuuuh

  5. Yusuf Saktian

    May 27, 2018 at 10:15 am

    Aku nggak begitu paham soal seni, tapi sepertinya art jog ini keren banget.

    1. fasyaulia

      June 3, 2018 at 10:11 am

      Aku juga gak paham. Tapi gak harus nunggu paham buat dateng ke acara seni wkwkwk.

  6. ketikyoga

    June 1, 2018 at 8:43 pm

    Belum pernah ke sana, Teh. Udah lama sekali nggak ke Jogja juga. Hahaha.

    Soal yang tisu itu, maknanya dalem juga, yak. Jangankan soal alam, kadang kalau lagi pilek aja, gumpalan tisu di kamar itu penuh dan menandakan kamar saya nggak terjaga. 🙁 Lagian sok-sokan mau langsung lempar ke tempat sampah di pojokan kamar, eh malah nggak masuk. Wqwq.

    1. fasyaulia

      June 3, 2018 at 10:13 am

      Aku kalau flu pake sapu tangan hahaha pake tissu kalau gabawa sapu tangannya. Tapi ya sehari2 pun kalau gak flu pake tissu mulu apa2 tuh hadeuuuh.

      Ayo ngejokja, nanti minta makan sama Febri 3x sehari hahaha.

  7. febridwicahya

    June 2, 2018 at 2:13 am

    Sayaaaaa sudaaaa satu, dua, tiga, empaaaaaaat ke ArtJog. Rekor sih ini, dan memiskinkan wgwgw, Saya masih sangat merasa kalau Sea Remembers-nya KangMoel paling pecaaaaaaaaaaaah. Ehehe lainnya, tentu tidak kalah 😀

    1. fasyaulia

      June 3, 2018 at 10:14 am

      Febri dwi seniman cahya gumilar. Fix.

      1. febridwicahya

        June 3, 2018 at 2:08 pm

        Tidaaaa dong buset -_- haha

  8. yeni123

    June 3, 2018 at 10:01 am

    kak sertain tulisan tiap dinding dong kak dalam postingan, menarik sepertinya menjadikan tau maksud dari tiap karya 🙂

    1. fasyaulia

      June 3, 2018 at 10:16 am

      Udah dibaca belum tulisan aku diatas? Aku kan itu ngejelasin beberapa karya. Kalau kamu mau tau semua maksud tiap karya, kamunya main ke art jog aja hehe.

  9. JOGJA : Makan Apa di Jogja? #END – AULIA FASYA'S BLOG

    June 20, 2018 at 5:39 pm

    […] ke Jogja kemarin, cuacanya lagi panas. Sehabis keliling dari Art Jog 2018, saya  nengok keluar ada es dawet whaaa kayanya seger gitu yakan. Udah bahagia sayanya. Ini pertama […]

Leave a Reply

%d bloggers like this: