Jemu

Kadang. Apa yang ada di hadapan sangat menjenuhkan. Rasanya setiap perkataan yang keluar hanya keluhan. Bicara pada angin malam yang selalu bisu. Meniupkan kesetiap relung pada awan kelabu. Memercikan sedikit daya namun tak berupaya. Saya mengakhiri dengan menangisi semuanya. Ini titik terlemah dari sebuah kejemuan. Saya menghapus haluannya. Tatapan saya semakin berkaca pada yang lalu. Sudahi semua, saya tetap merasa ini kadang. Kadang menjemukan. Dan tulisan saya berhenti.

Setelah melihat tumpukan kertas dan buku. Untuk laporan praktikum. Mengerjakan skoring dari sebuah tes. Menulis rencana kedepan sebuah divisi. Dan beberapa tugas kuliah. Sedang jemu.

6 Comments

  1. Osmond

    March 31, 2012 at 4:11 pm

    jemu itu artinya tanda, kalo kita butuh perubahan πŸ™‚ baik minor maupun mayor..

    1. fasyaulia

      April 1, 2012 at 10:45 am

      Gimana gimana? Saya ga ngerti πŸ˜€ Saya ngerti nya jemu = bosen hehehe

      1. Osmond

        April 3, 2012 at 9:12 am

        lha iya, karena jemu = bosen berarti ada sesuatu yang perlu diubah dari kondisi yang biasa supaya ada sesuatu yang baru πŸ˜€

  2. sianakdesa

    April 1, 2012 at 12:50 am

    waduh mendingan bicara sama si anak desa aja dari pada bicara pada angin malam pasti dia gak bisa ngomong he..he.. πŸ˜›

    1. fasyaulia

      April 1, 2012 at 10:51 am

      Hahaha lagi mau bicara tentang keluhan tanpa dikomentari. Jadi sama angin malem deh hehe *nyengir*

      1. sianakdesa

        April 1, 2012 at 2:14 pm

        owh gitu ya.. ya sudah minum jamu aja biar hilang jemunya. Loh kok malah gak nyambung ya πŸ˜€ #kabur

Leave a Reply

%d bloggers like this: