Ingatan Januari

Semacam musik indie, kamu adalah bisikan bermuara sandi-sandi. Semacam sepatu roda, kamu di tinggalkan sebelum tanpa canda. Semacam fesbuk, kamu adalah maya pemberi segelas rindu untuk mabuk.

**************************************************

Aku akan mengenang perjalanan tanpa tarian jalang. Kebodohan perlahan  berirama dalam gelombang di kesunyian petang. Hai janji manis ditepi jalan. Aku pernah menemukanmu lemas tak berdaya tanpa upaya sedang dalam bahaya. Kamu mungkin lupa dalam pejaman mata terlelap janji wangi. Saat kamu sadar dalam gejolak puisi, laksanakan baris demi baris. Jangan sampai harus aku berdiri memerintah dalam cambuk dunia yang kelam.

Jangan biarkan hujan selalu menjauhkan antara atma. Jangan biarkan hujan menghapuskan jejak janji yang tak sama. Jangan biarkan hujan memberi kabut berselimut bulan terlalu lama. Jangan biarkan hujan menggemparkan berdiri mengucap ulasan menggema. Jangan biarkan hujan meninggalkan pusaran air mata saat kamu datang menunduk, aku tidak akan lagi menerima.

Mengingat bulan Januari. Sekedar sajak.

4 Comments

  1. Sugito Kronjot

    July 12, 2012 at 6:22 am

    Jika Januari mengingatkanmu akan sesuatu biarkan Februari menambah dengan ingatan yang baru.

    #sekedarbulan

    1. fasyaulia

      July 12, 2012 at 9:05 am

      Jika bulan kedua masih tak sanggup berkelana dalam badai. Biarkan Maret menambah cerita baru tanpa mengingat yang lalu.
      #sekedarbulan

  2. Triyoga Adi Perdana

    July 14, 2012 at 8:23 am

    Jika bulan ketiga, keempat dan sampai jariku lemas menghitung “bulan” itu akan datang, maka aku mencari lompatan terbaik untuk terus maju tanpa menghitung langkahku menjejak.

    #sekedarnyanyianbolapingpong

    1. fasyaulia

      July 14, 2012 at 10:54 pm

      Jika begitu, menghitung bulan bersama mungkin menjadi pilihan mencari saksi bisu. Karena langkah baru akan mengisahkan menjadi satu waktu.
      #masihsekedarbulan

Leave a Reply

%d bloggers like this: