Harapan diam-diam

Semangkuk kolak yang masuk ke dalam tubuh ini. Menunggu menyeluruh hingga manisnya masuk ke dalam hati. Air nya bergejolak menyebutkan harapan yang hangat tak terkendali.

Semangkuk kolak yang kita nikmati dikala senja. Bersama ibu, kita diam-diam berbicara mengenai rasa yang sedang menyatu. Bersama ayah, kita memasang wajah sendu seakan tak berdaya.

Raja penggoda rasa di hatiku.

Sudahkah Tuhan menyampaikan ingin ku, di kala kamu tertidur? Aku menitipkan nya pada sujud semalam yang dipeluk dingin.

Seperti gugup, aku masih ingin tuk mencicipi hangat nya semangkuk kolak penuh rindu. Membawa tenang nya setiap belaian mu. Juga senyum yang selalu terpancarkan darimu. Melelehkan setiap kebekuan yang sedang ku rasa.

Ibu dan Ayah menaruh semangkuk kolak. Meninggalkan sebuah percakapan dengan tatapan tajam, seolah mata nya terbangun dari langit yang terpejam.

Kini ada banyak pertanyaan yang melintas di sesat nya bayangan. Mengganggu tanpa berharap yang tak pasti.

Pada mu, raja yang tau isi hati

Harapan ku laksana semangkuk kolak ini. Berharap ucapan halal mengayomi setiap kunyahan yang menjelma. Mengarungi setiap manisnya kehidupan di masa yang halal untuk yang pertama. Menjelajahi kehidupan kita berdua yang diyakini untuk dinikmati bersama. Laksana semangkuk kolak ini, halal tanpa percuma..

Untuk @GustiFullah dalam tulisan #DuetPuisi

*Tulisan ngebet nikah =))

3 Comments

  1. GustiFullah

    July 21, 2013 at 2:23 am

    biarin deh gak menang, nama aku ada di blog kamu itu udah lebih dari cukup lo, ratu kidung berkerudung yang ngebet nikah! =’))

    1. fasyaulia

      July 21, 2013 at 9:59 pm

      biarin deh gak menang, yang penting taun depan nikah #loh
      hahaha

      1. GustiFullah

        July 22, 2013 at 1:22 am

        Curhat aja terus, aku listener yang oke kok!! :’))

Leave a Reply

%d bloggers like this: