Dara Menunggu

Waktu terus membunuh di dalam kesepian yang mendera. Pagi terus berganti di dalam kekosongan yang mencela. Pada angkasa dan semesta, dara bercerita mengenai cita-cita. Pada bumi yang berputar, dara berbicara kesenangan dunia yang berwarna. Pada tidur yang terlupa, dara menangis untuk detik yang terkikis. Dara hanya menunggu jawaban yang diselipkan Tuhan melalui dingin pagi.. dan itu terjadi, segera, setelah, berpangku pada hari-hari rindu yang menyepi.

4 Comments

  1. iraajummah

    April 8, 2013 at 11:10 am

    tulisan ini guee bangettt!!! T____T
    jadi termehek-mehek~~ #tisu!! mana tisu!!#

    1. fasyaulia

      April 8, 2013 at 1:24 pm

      Ahjumma menunggu siapa? Cup-cup *kasih tissu*

      1. iraajummah

        April 8, 2013 at 1:37 pm

        #ambil tisu# terima kasihh~~ #srooootttt!!#
        menunggu yang tak kunjung datang~~ T__T

        #hahh!! kenapa jadi mellow begini??#

Leave a Reply

%d bloggers like this: