Bukan tulisanku

Tangan nya tidak lagi menulis kata-kata cinta, juga romansa
Hidupnya tidak lagi kemana-mana, apalagi leluasa
Matanya lebih sering digunakan memandang kekasih
Berkali-kali hingga badan nya letih
Untuk memeluk saja, tak ada rangkulan, hanya memasang badan, wajah, dan hati
Begitulah cinta abadi
Sebagai pujangga yang selalu disanjung
Kini tulisan nya tersampaikan melalui bibirnya tanpa murung
Perlahan disusun rapi oleh kekasih, tak tersisa pada setiap kata
“Aku hanya berucap, istri ku yang menulisnya”
“Aku hanya menulis, suami ku yang memikirnya”
“Kita hanya saling mengisi, pada kejutan hidup yang tak pasti”
Maka hari esoknya akan semakin berwarna
Walaupun tanpa tangan yang menggenggam, tanpa cinta yang terpaksa
Itu lah janji sebuah rasa, hadir tiba-tiba dalam lingkaran cinta

1 Comment

  1. lazione budy

    September 27, 2013 at 8:55 pm

    “Aku hanya berucap, istri ku yang menulisnya”
    “Aku hanya menulis, suami ku yang memikirnya”
    “Kita hanya saling mengisi, pada kejutan hidup yang tak pasti”

    Namun ini tanggung jawab bersama.
    Nice quote!

Leave a Reply

%d bloggers like this: