Bisik sebuah kereta

Duduklah. Bersandar pada sebuah ketenangan. Biarkan angin menyapu meninggalkan cerita lalu.

Jendela-jendela berdebu membiaskan cahaya matahari menembus ruang. Tetap saja memandangi jejak alam.

Kursi sudah berputar. Berbagai tawaran pelayan ditambah memberi senyuman sudah melengkapi perjalanan.

Sudah jauh mungkin. Aku membuka sebuah buku berwarna pink pastel. Tertulislah semua sajak-sajak manis dari jiwa hampa dalam menyampaikan karya.

Benar atau tidak. Semua makna kamu curi agar aku tidak jauh mencari.

Satu aku berfikir. Dua aku tersenyum.

Tiga aku menulis. Empat aku terhenti.

Lima aku membaca. Enam aku terlena.

Masih banyak bulan dalam malam tahunan. Kekuatan fenomena melanda goresan tinta hitam. Bukan saja nuansa ombak. Tapi berdiri nya aku sekarang merubah hidup lebih tegak.

Membidik potret tentang perjalanan. Lalu aku akan tidur sampai tiba di tujuan. Menikmati kereta, tidak bersama kamu.

7 Comments

  1. Reno Desper

    June 25, 2012 at 3:05 am

    tiap kamu bikin puisi ato sajak tu jujur aja bagus dan saya suka, tapi klo mau komen bingung juga mau komen apaan, 5 jempol buat kamu XD

    1. fasyaulia

      June 25, 2012 at 9:54 am

      Itu bilang bagus dan suka kan termasuk komen 😛 hehehe terimakasih ya reno.

      1. Reno Desper

        June 25, 2012 at 2:50 pm

        rrrrr… -_-
        nama aslinya bukan reno, tapi yaudah deh panggil itu aja :v

        1. fasyaulia

          June 25, 2012 at 8:17 pm

          Terus siapa dong nama aslinya? parjo? hehehe =D

Leave a Reply

%d bloggers like this: