Berkata, Aku..

Kepada pembawa angin dalam lamunan doa,

Aku bersandar dalam tepian tembok yang tau isi hati. Aku berbicara dalam gelap hingga pagi. Aku bergerak mengelilingi roda dalam buih-buih tak berjari.

Bangunlah aku pada setiap mimpi yang tak pernah nyata. Ini tak pernah ada, karena dunia berkaca pada cermin air yang terombang-ambing. Melepas kepedihan di balut kebohongan.

Kepada penahan hujan dalam suara hati,

Jadikanlah setiap hari seperti apa yang ada dalam benak. Walaupun harus menanti sampai senja tak berwarna. Berkata lah pada puisi sampai waktu tak sirna.

Sekedar sajak.

2 Comments

  1. akbarmangindara

    September 5, 2012 at 9:12 am

    seperti biasa.. Syahdu..

    1. fasyaulia

      September 6, 2012 at 1:50 pm

      Awas membuat candu đŸ˜›

Leave a Reply

%d bloggers like this: