Berdering

Secangkir kopi hangat terletak di meja depan ku. Aku meminumnya sedikit demi sedikit. Karena aku masih ingin bertemu manis nya cinta di pagi hari. Aku seperti menolak kepahitan yang ada menjemukan satu rasa. Komunikasi akan ku diamkan dalam hari ini. Membenci untuk segala kesibukan melanda daun-daun yang bergugur ditemani angin kencang dan burung terbang. Jika tau kamu melemparkan pena dalam kain putih terbungkus pita hitam. Akan terbalaskan potret monokrom untukmu yang ku kirimkan lewat pesan antar cinta. Mau? Akan ku persiapkan dalam suara nyaring dalam benda mati. Kamu akan menikmati hidupmu selanjutnya walau tidak lagi membaca surat cinta ku. Ponsel ku terus berdering menggangu aku, seseorang yang sedang melukis pelangi saat bangun dari tidur semalam.  Sudah keberapa kali nya berdering dan goresan ku tidak lagi teratur. Hingga getaran dering hilang. Setelah ponsel ku masukan dalam secangkir kopi hangat yang masih terasa manis. Kamu tenggelam. Dalam buih-buih kepahitan zaman.

Sekedar sajak.

4 Comments

  1. jayputra9

    June 28, 2012 at 7:14 am

    sajak yang berasal dari hati yang dalam ya…

    1. fasyaulia

      June 28, 2012 at 8:45 am

      Dari pikiran yang terdalam sepertinya 😀 heee

  2. rahmatnawisiregar

    June 29, 2012 at 9:46 pm

    secangkir kopi???
    waaahhhh mesti ngerasain dulu Kopi dari daerah saya.
    check this out

    http://rahmatnawisiregar.wordpress.com/2012/06/29/kopi-sipirok/

    1. fasyaulia

      June 29, 2012 at 10:54 pm

      Meluncur! Semoga dapet gratis #eh

Leave a Reply

%d bloggers like this: