Anak-anak dan hujan

Ada anak-anak menangis ditengah hujan. Meneriaki langit dengan lantang. Air hujan tertelan dan mereka tersedak.

Langit semakin menggerutu. Petirnya menyambar membuat jantung berdebar. Anak-anak berlari mencari tenda-tenda di sisi jalan. Berharap terlindung dari petir yang menjalar.

Anak-anak berhenti meneriaki langit. Mereka murung dan mencari makan seadanya. Teriakan pada langit hanya lelucon kebahagiaan sesaat. Jika kembali terang dan muncul matahari, maka usai sudah rasa girang itu.

“Aku harus kembali bekerja seperti sedia kala” katanya dengan berduka.

Kamu percaya hujan membawa berkah? Ya itu salah satunya.

4 Comments

  1. lazione budy

    September 24, 2013 at 8:17 pm

    Ya, percaya. Ya itu salah satunya.

  2. Danni Moring

    September 25, 2013 at 9:31 am

    jadi teringat waktu sy lagi neduh…ada anak2 jd ojek payung nawarin sy..dia dengan gemeteran bibirnya krn dingin…akhirnya sy gunakan ojek payungnya dan sy ajak sekalian dia payungan…tp dia ga mau (merasa bentuk profesionalnya), tp justru kesannya ada jarak antara sy dan anak itu..sy maksa, klo ga mau sepayung, ga jadi gunakan ojek payungnya…sepanjang jalan ngobrol2..sy berusaha ksih beberapa seadanya sy (diluar tips ojeknya) “om..jangan om..percuma..nanti juga diambil abang2 itu” sambil menujuk ke suatu arah…pas sy lihat ga ada siapa2..ternyata abang2 yg dimaksud itu adalah org yg akan mengambil smua uang masukkannya..jd dia kyk kerja sama orang.. πŸ™ orgnya cuma nunggu ngongkang2 katanya..

    1. fasyaulia

      September 26, 2013 at 8:25 am

      Ya begitulah, anak-anak dijadikan mesin pencari uang karena kita akan melihat dengan perasaan gak tega, padahal dibalik itu semua, ada orang yang mengatur semuanya. Semoga anak-anak itu diberi rezeki yang lebih layak dia dapatin πŸ™‚

Leave a Reply

%d bloggers like this: