Izinkan aku untuk menangisi kembali, untuk mengenang yang telah lalu. Wahai pujangga, air mata ini tak pernah berguna namun aku rela melepaskan setiap tetes nya.

Pernah datang suatu ketika, ada seseorang datang membawa maaf serta luka perih meringis. Digenggamnya sebuah cerita pahit untuk aku ketahui ditemani tangis.

Dimana letak kesalahanku, jika aku boleh mengambilnya?

Bahkan hati ini tak pernah meminta untuk datang sekalipun. Selalu saja, kau yang memulai untuk mencari pilihan jalan pulang untuk duduk sampai bermuara dipenuhi bisikkan mengalun.

Waktu cepat untuk merubah jawab, setau ku memang itu. Dan Tuhan mengerti bahwa semakin cepat untuk berakhir, maka ada satu kebangkitan baru untuk mejadi seorang ratu.

Walau hati masih ragu dalam setiap langkah.

Izinkan aku untuk menangisi apa yang berjalan dalam kehidupan dan kembali melupakan agar tidak pernah sekalipun untuk terulang.

Pernah suatu malam bersama seorang sahabat, kamu mengumbar penuh janji menggebu dalam keyakinan. Bahkan aku pun mempunyai sebuah janji untuk mundur dari satu rasa walau belum pernah terungkap, namun waktu menjawab perlahan.

Haruskah pagi ini mengenang peristiwa demi peristiwa yang sebenarnya harus ku caci sedemikian rupa tanpa menangis. Kamu tau jawabnya.

Hanya harus dibutakan karena, sebuah ego yang datang dan tak pernah mendengar kata-kata-ku, kata-mu.

Sekedar sajak.

12 Comments

  1. helgaindra

    July 28, 2012 at 11:12 am

    namun waktu menjawa perlahan <– menjawab kali :p

    1. fasyaulia

      July 28, 2012 at 12:08 pm

      Itu b nya invis. Kamu gabisa liat ya? Hahaha

  2. Triyoga Adi Perdana

    July 28, 2012 at 12:59 pm

    Wahhhh, kayaknya ceritanya walau sekedar sajak, tapi masih satu tema nih.
    *hayoooooooooooooo

    1. fasyaulia

      July 28, 2012 at 2:48 pm

      Apa ih yoga apa ih ih ih? :))

      1. Triyoga Adi Perdana

        July 28, 2012 at 9:54 pm

        Hahaha. . Mengiyakan kan? Ckckckck
        Ternyataaaaaaaa!!

        1. fasyaulia

          July 28, 2012 at 11:09 pm

          opo toh? *sok-sok-an-jawa* πŸ˜›

          1. Triyoga Adi Perdana

            July 29, 2012 at 4:41 am

            Asa galau tingkat nasional km teh. Ngaku? *peganggolok πŸ˜›

          2. fasyaulia

            July 29, 2012 at 1:19 pm

            Dih caca anti galau tau! Meningan dikatain sedih daripada galau! *ga nyante* *bawa garpu*

          3. Triyoga Adi Perdana

            July 29, 2012 at 2:52 pm

            Wkwkwk. . Jaman sekarang udah gak da bedanya sedih ma galau! udah udah, belajar yang bener sana ca. πŸ˜€

    1. fasyaulia

      August 21, 2012 at 11:43 pm

      Hahaha aku ga kenapa-napa kok :”>

Leave a Reply

%d bloggers like this: